|
Menu Close Menu

Layanan Sunat Door to Door untuk Warga Surabaya Ala Mas Sam, Ternyata Ini Tujuannya

Minggu, 06 Maret 2022 | 20.21 WIB

Warga Surabaya mendapatkan Layanan Sunat Door to Door dari Anggota DPRD Jatim, Samsul Arifin. (Dok/Istimewa).


Lensajatim.id, Surabaya - Anggota DPRD Jawa Timur, Samsul Arifin punya program unik untuk membantu warga Surabaya ditengah pandemi Covid-19. Anggota Fraksi PKB ini menginisiasi program sunat door to door atau dari pintu ke pintu.


Samsul mengungkapkan, ide sunat door to door ini berlatar belakang empati dirinya pada warga Surabaya yang ingin mengkhitan anaknya tapi kondisi ekonomi sedang sulit karena pandemi. Ia pun berinisiatif memberi layanan sunat door to door.


"Layanan sunat door to door ini untuk meringankan warga. Mereka tak perlu datang ke klinik, kita yang jemput bola datang ke rumah. Alhamdulillah, gratis. Karena biaya dokter saya yang tanggung. Bahkan ada sedikit uang jajan dan bingkisan untuk anak yang disunat," tutur Samsul, Ahad (6/3/2022).


Alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya itu melanjutkan, sunat door to door tepat dilaksanakan di masa pandemi seperti saat ini. Sebab, tidak menimbulkan kerumunan, sebagaimana sunat massal. 


Politikus PKB yang akrab disapa Mas Sam ini mengatakan, bagaimana pun juga meski Covid telah melandai, tapi pandemi belum berakhiri. Karena itu protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan.


"Kita tetap menjalankan protokol kesehatan. Karena itu, kita pilih pelaksanaan khitan langsung ke rumah pasien," ujarnya.


Anggota DPRD Jatim dari daerah pemilihan Kota Surabaya ini mengakui sejak digagas sebulan lalu, sudah ada 40 anak yang dikhitan. Padahal prediksi pihaknya hanya ada 10 anak yang dikhitan dalam satu bulan. Samsul berharap di bulan ini pihaknya bisa melayani sunat 75 anak.


Anggota Komisi D DPRD Jatim ini menjelaskan, antusias masyarakat untuk mengkhitan anak sungguh di luar dugaan. Sebab, pihaknya tidak melakukan sosialisasi secara luas. Informasi hanya berasal dari mulut ke mulut atau lewat akun instagram dan facebook miliknya.


"Program ini belum bisa dikaver APBD, jadi murni dana pribadi saya. Buat saya itu tak soal karena sunat selain bagian dari kesehatan juga adalah ibadah bagi anak laki-laki. Karena itu saya bersyukur bisa membantu menjalankan syariat agama. Meskipun saat ini baru sebatas masyarakat Kota Surabaya yang bisa saya kaver," pungkasnya. (Red).

Bagikan:

Komentar