![]() |
| Foto: Wisatawan tampak bermain air di tepi pantai gading kuning, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan. (Moh. Syaiful) |
BANGKALAN, lensajatim.id - Destinasi wisata Pantai Gading Kuning yang berada di Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Madura, semakin dikenal sebagai alternatif wisata alam yang menawarkan perpaduan pasir putih dan kawasan mangrove yang asri.
Pantai ini menghadirkan panorama laut yang luas dengan hamparan pasir putih yang bersih, berpadu dengan rindangnya hutan mangrove di sisi pesisir.
Nuansa alami tersebut menciptakan suasana tenang dan sejuk, cocok untuk wisata keluarga maupun rombongan pelajar.
Pengunjung tidak hanya dapat menikmati bermain pasir dan bersantai di tepi laut, tetapi juga menyusuri jalur tracking di area mangrove yang menjadi spot favorit untuk berfoto.
Salah satu pengunjung asal Kota Bangkalan, Fajar (27), mengaku terkesan dengan konsep wisata yang ditawarkan.
“Unik banget, masuknya lewat hutan mangrove dulu. Jalannya seperti petualangan kecil sebelum sampai ke pantai. Spot fotonya juga banyak dan bagus-bagus,” ujarnya. Minggu (15/2/2026).
Sementara itu, Rina (22), mahasiswi yang datang bersama teman-temannya, menilai harga tiket yang hanya Rp5.000 sangat terjangkau.
“Dengan harga segitu sudah dapat mangrove dan pasir putih sekaligus. Cocok buat healing tipis-tipis tanpa bikin kantong jebol,” katanya sambil tersenyum.
Saat sore hari, pemandangan matahari terbenam menjadi momen yang paling dinanti karena memancarkan cahaya keemasan yang memantul di permukaan laut.
Selain sebagai tempat rekreasi, kawasan mangrove di Pantai Gading Kuning juga memiliki fungsi ekologis penting dalam menjaga garis pantai dari abrasi serta menjadi habitat berbagai biota pesisir.
Karena itu, pengelolaan berbasis pelestarian lingkungan menjadi hal yang terus didorong agar keindahan alamnya tetap terjaga.
Pengelola pantai gading kuning, Ahmad Suhdi, menyebut keunikan utama destinasi ini terletak pada akses masuknya. Sebelum masuk ke pantai, pengunjung harus melewati mangrove dulu. Memang mangrovenya masih dalam proses pengembangan dan pohonnya masih kecil-kecil.
“Yang membedakan Pantai Gading Kuning dengan pantai lain, di sini wisatawan wajib melewati mangrove dulu sebelum sampai ke pasir putih. Itu pengalaman yang tidak semua pantai punya,” kata Suhdi, mantan Kades Telaga Biru ini pada warwatan.
Pantai Gading Kuning sendiri resmi mulai beroperasi pada 1 Januari 2026. Meski tergolong baru, antusiasme pengunjung disebut cukup tinggi.
Saat ini terdapat 8 titik spot foto yang menjadi daya tarik utama.
“Spot foto sudah banyak, ada delapan titik yang bagus-bagus. Ke depan kami akan tambah lagi supaya pengunjung makin betah,” jelasnya.
Untuk tiket masuk, pengelola masih mematok harga Rp5.000 per orang. Namun, Suhdi mengakui ada rencana penyesuaian tarif.
“Kalau nanti ada penambahan wahana, permainan, dan konsep baru, kemungkinan tiket masuk akan naik. Tapi tentu disesuaikan dengan fasilitas yang kami tambah,” tegasnya.
Dari sisi ekonomi, Suhdi menilai keberadaan pantai sangat berdampak bagi warga sekitar.
“Alhamdulillah warga sangat antusias. Banyak yang bisa berjualan di dalam area pantai, jadi ada tambahan penghasilan untuk masyarakat,” ujarnya.
Terkait kebersihan, ia memastikan pengelolaan sampah menjadi perhatian utama. “Untuk sampah selalu terjaga. Ada dua petugas khusus yang menangani kebersihan. Kami pastikan pantai ini tetap bersih dan nyaman,” katanya.
Ke depan, Suhdi berharap dukungan pemerintah daerah agar Pantai Gading Kuning bisa berkembang lebih besar.
“Pantai Gading Kuning ini sangat layak menjadi ikon daerah Kabupaten Bangkalan. Kami berharap ada dukungan dari pemerintah untuk pengembangan infrastruktur dan promosi,” harapnya.
Dilain sisi, salah satu warga sekitar, Rahmat (45), mengaku keberadaan Pantai Gading Kuning membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Alhamdulillah sejak pantai ini ramai, warga sekitar ikut merasakan manfaatnya. Ada yang buka warung, jual minuman, parkir, sampai jadi pemandu. Lumayan untuk tambahan penghasilan,” ujarnya.
Perlu diketahui bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke pantai gading kuning, jika dari arah timur Sampang–Banyuates, setelah tiba di Kecamatan Tanjung Bumi atau Puskesmas Tanjung Bumi, sekitar 250 meter terdapat gapura dengan penunjuk arah Pantai Gading Kuning, kemudian belok ke utara sekitar 500 meter.
Sedangkan dari arah Kota Bangkalan, melewati SMPN 1 Tanjung Bumi, sekitar 200 meter setelah Koramil terdapat gapura “Selamat Datang di Batik Tanjung Bumi”. Di bawah gapura terdapat penunjuk arah 500 meter ke utara menuju Pantai Gading Kuning. (Syaiful)


Komentar