![]() |
| Foto: Ribuan ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, berjejer rapi dengan sisipan uang Rp 50 ribu di setiap paket, siap dibagikan kepada 1.877 siswa penerima manfaat. |
Bukan semata karena makan siang dibagikan serentak, melainkan karena kejutan tak terduga yang terselip di dalam setiap ompreng.
Sebanyak 1.877 siswa dari 19 sekolah menemukan uang tunai pecahan Rp50.000 di dalam kotak makanan mereka. Seketika, kegembiraan pecah.
Dalam video yang kemudian viral di media sosial, para siswa tampak mengangkat uang kertas berwarna biru tersebut sambil berteriak kompak, “Terima kasih Haji Her!”
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangeleyan, Yayasan Kemala Bhayangkari, Fathurrosi Ali, membenarkan bahwa uang tersebut merupakan donasi pribadi Khairul Umam, pengusaha tembakau asal Pamekasan yang akrab disapa Haji Her.
“Iya, betul itu dari Haji Her. Memang beliau ingin berbagi kebahagiaan untuk anak-anak yang menerima MBG ini,” ujar Fathurrosi. Kamis (12/2/2026).
Pengusaha yang kerap dijuluki Crazy Rich Madura itu dikenal aktif dalam kegiatan sosial. Kali ini, ia menyalurkan kepeduliannya melalui dapur SPPG yang setiap hari menyuplai kebutuhan gizi ribuan siswa di wilayah tersebut.
Total ada 1.877 penerima manfaat dalam pembagian hari itu. Dengan nominal Rp50.000 per siswa, Haji Her merogoh kocek pribadi sebesar Rp93.850.000 dalam sekali aksi berbagi.
“Semuanya dapat, dari PAUD sampai SMA,” jelas Fathurrosi.
Ia menambahkan, jumlah total penerima MBG di SPPG Pangeleyan sebenarnya mencapai 2.350 siswa. Namun, dua lembaga pendidikan tengah libur sehingga tidak ikut menerima pembagian.
“Kami masih belum tahu apakah dua sekolah yang libur juga nantinya akan dapat. Karena jika libur sekolah memang tidak ada pembagian MBG,” tambahnya.
Meski ada tambahan bonus berupa uang tunai, pihak SPPG memastikan standar nutrisi dalam program MBG tetap berjalan sesuai ketentuan. Menu makanan yang disiapkan tidak mengalami pengurangan sedikit pun.
“Kami tetap memberikan makanan sesuai menu yang sudah ditetapkan,” pungkas Fathurrosi.
Bagi ribuan siswa di Tanah Merah, siang itu bukan hanya tentang makan bergizi. Ada kejutan, ada kegembiraan, dan ada rasa diperhatikan, sebuah rezeki yang datang tak terduga, terselip rapi di balik ompreng makan siang mereka. (Syaiful)


Komentar