|
Menu Close Menu

SDN Kraton 2 Bangkalan Cetak Prestasi Nasional Lewat Nadia

Rabu, 11 Februari 2026 | 12.21 WIB

Foto: Nadia Hairul Putri Hidayati, siswi SDN Kraton 2 Bangkalan, saat memegang piagam Olimpiade Bahasa Inggris Tingkat Nasional Tahun 2026.

BANGKALAN, lensajatim.id - Prestasi membanggakan kembali lahir dari ruang kelas sederhana di Kabupaten Bangkalan. Di usia yang masih sangat belia, Nadia Hairul Putri Hidayati, siswi SDN Kraton 2 Bangkalan, sukses mengharumkan nama daerah dengan meraih Juara 2 Ajang Olimpiade Sains, Matematika, dan Bahasa Inggris Tingkat Nasional Tahun 2026.


Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Yayasan Citra Mandiri, diawali dengan seleksi wilayah Kabupaten Bangkalan sebelum melangkah ke tingkat nasional. Dari persaingan ketat peserta berbagai sekolah, Nadia tampil menonjol, khususnya pada cabang Bahasa Inggris Level 1.


Kemampuan berbahasa Inggris yang kuat, dipadu kepercayaan diri yang tumbuh sejak dini, mengantarkan Nadia menempati peringkat kedua nasional hasil seleksi Kabupaten Bangkalan. Capaian ini menjadi bukti bahwa potensi besar bisa tumbuh dari daerah, selama mendapat ruang dan dukungan yang tepat.


Nadia merupakan putri dari pasangan Hairul Anam dan Diah Maysella Rachman. Peran keluarga menjadi fondasi penting dalam perjalanan prestasinya. Kedua orang tuanya dikenal aktif mendampingi proses belajar, namun tanpa membebani anak dengan target berlebihan.


Bakat Nadia sejatinya telah terlihat sejak usia dini. Saat masih duduk di bangku taman kanak-kanak, ia pernah menjadi pemenang lomba menggambar yang diikuti sekitar 800 peserta. Prestasi itu menjadi penanda awal lahirnya potensi besar yang terus diasah seiring waktu.


Seiring pertumbuhan, minat dan bakat Nadia berkembang ke ranah bahasa. Ia kembali menorehkan prestasi dengan meraih Juara 1 Story Telling Competition yang digelar di Bangkalan Plaza. Ajang tersebut menunjukkan kematangan berkomunikasi serta keberaniannya tampil di depan publik.


Di lingkungan sekolah, Nadia dikenal sebagai siswa yang tekun, aktif bertanya, dan cepat menyerap pelajaran. Guru-guru SDN Kraton 2 Bangkalan menilai Nadia tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter disiplin dan rasa ingin tahu yang kuat.


Prestasi Juara 2 tingkat nasional ini menjadi bukti bahwa capaian besar lahir dari proses panjang, konsistensi, dan lingkungan yang mendukung. Dari Bangkalan, Nadia melangkah ke panggung nasional, membawa harapan sekaligus inspirasi bagi anak-anak lain untuk berani bermimpi dan mencoba.


“Kami sangat bersyukur dan bangga atas apa yang diraih Nadia. Sejak kecil kami hanya berusaha mendampingi dan memberi ruang agar dia belajar dengan senang, tanpa tekanan,” ujar Hairul Anam, ayah Nadia. Rabu (11/2/2026)


Ia menegaskan, prestasi putrinya bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang dan konsistensi.


“Kami tidak pernah memaksa Nadia harus juara. Yang terpenting, dia menikmati proses belajar dan tetap rendah hati,” tambahnya.


Sementara itu, sang ibunda Diah Maysella Rachman berharap pencapaian ini menjadi motivasi, bukan beban.


“Kami ingin Nadia tetap menjadi anak yang ceria. Prestasi ini kami jadikan penyemangat, bukan tuntutan. Masih banyak hal yang perlu dia pelajari ke depan,” tuturnya.


Dilain sisi, Kepala SDN Kraton 2 Bangkalan, Erma Agustiningsih, menilai prestasi Nadia menjadi bukti bahwa sekolah negeri memiliki daya saing yang tidak kalah dengan sekolah-sekolah lainnya.


“Prestasi Nadia menunjukkan bahwa dengan pendampingan guru yang konsisten dan lingkungan belajar yang sehat, sekolah dasar negeri di Bangkalan mampu melahirkan prestasi tingkat nasional. Ini bukan hanya keberhasilan siswa, tetapi juga hasil kerja bersama sekolah, keluarga, dan ekosistem pendidikan daerah,” ujarnya.


Ia menambahkan, sekolah berkomitmen memberi ruang bagi setiap siswa untuk mengembangkan potensi sesuai minat dan bakatnya.


“Kami tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan bakat anak. Nadia adalah contoh bahwa pendekatan tersebut bisa menghasilkan prestasi yang membanggakan,” tambahnya.


Ia menegaskan bahwa prestasi Nadia tidak lepas dari sinergi antara sekolah dan keluarga.


“Prestasi seperti ini tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan komunikasi yang intensif antara orang tua dan guru agar perkembangan anak bisa terpantau dengan baik. Ketika sekolah dan keluarga berjalan searah, potensi anak akan lebih mudah berkembang,” ujarnya.


Ia menambahkan, pola kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membangun kualitas pendidikan di daerah.


“Kami selalu membuka ruang diskusi dengan orang tua. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi tanggung jawab bersama. Nadia adalah salah satu contoh keberhasilan dari kolaborasi itu,” tambahnya. (Syaiful)

Bagikan:

Komentar