|
Menu Close Menu

Pimpin ORADO Bangkalan, Helmi Fuad Siap Jadikan Domino Jadi Olahraga Bermartabat

Rabu, 04 Februari 2026 | 17.49 WIB

Foto: Helmi Fuad Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) ORADO Kabupaten Bangkalan periode 2026–2030.

BANGKALAN, lensajatim.id - Domino resmi memasuki babak baru sebagai cabang olahraga prestasi. Di sela Deklarasi Nasional Organisasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO), Helmi Fuad ditetapkan sebagai Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) ORADO Kabupaten Bangkalan, Madura untuk periode 2026-2030.


Penetapan tersebut berlangsung di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Senin (12/1) lalu. Deklarasi nasional ini sekaligus menegaskan pengukuhan ORADO sebagai organisasi olahraga yang secara resmi menaungi cabang olahraga domino di Indonesia.


Bagi Helmi Fuad, domino bukan sekadar permainan pengisi waktu. Ketua ORADO asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, itu melihat domino sebagai cabang olahraga masa depan yang lahir dari budaya rakyat, namun layak berdiri di arena prestasi.


“Selama ini domino terlalu lama terjebak stigma. Padahal di dalamnya ada strategi, kecerdasan, dan sportivitas. Ini bukan permainan pinggiran,” tegas Helmi Fuad saat berbicara tentang arah ORADO ke depan. Rabu (4/1/2026).


Ia menilai, kesalahan terbesar selama ini adalah membiarkan domino tumbuh tanpa sistem. Karena itu, ORADO hadir bukan sebagai organisasi seremonial, melainkan fondasi baru tata kelola olahraga domino yang profesional.


“Kami tidak ingin domino hanya ramai di turnamen sesaat. Yang kami bangun adalah sistem pembinaan, kompetisi berjenjang, dan organisasi yang tertib. Tanpa itu, domino tidak akan pernah dihormati,” ujarnya lugas.


Helmi Fuad menyebut Bangkalan lumbung bakat atlet domino. Dari warung kopi, pos ronda, hingga sudut-sudut desa, kemampuan bermain domino tumbuh secara alami. Namun belum pernah disentuh pembinaan serius.


“Bakat itu sudah ada. Tugas ORADO adalah menarik mereka dari meja kampung ke arena prestasi. Dari hobi menjadi atlet,” katanya.


Ia juga menegaskan garis batas yang jelas: domino yang diperjuangkan ORADO adalah olahraga, bukan perjudian.


“Domino itu adu strategi, bukan adu keberuntungan. Ada etika, ada sportivitas, ada kecerdasan membaca permainan. Itu nilai olahraga yang kami jaga,” tegas Helmi.


Ke depan, Helmi Fuad menargetkan domino masuk dalam agenda olahraga resmi daerah hingga nasional. Sinergi dengan pemerintah daerah, KONI, dan stakeholder olahraga menjadi langkah strategis yang terus dibangun.


“Kalau dikelola serius, domino bisa menjadi identitas olahraga baru Indonesia. Lahir dari budaya sendiri, tumbuh jadi prestasi,” ujarnya optimistis.


Bagi Helmi, perjuangan ini bukan proyek singkat. “Ini kerja panjang. Tapi saya yakin, suatu hari nanti domino tidak lagi dipandang sebelah mata. Ia akan berdiri sebagai olahraga prestasi yang bermartabat,” pungkasnya. (Syaiful)

Bagikan:

Komentar