|
Menu Close Menu

Musrenbangcam Kamal Bahas Antisipasi Banjir dan Penguatan Sentra UMKM

Kamis, 05 Februari 2026 | 20.51 WIB

Kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan Kamal.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Bangkalan – Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, digelar pada Kamis (5/2/2026) di Pendopo Kecamatan Kamal. 


Forum tahunan ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan arah pembangunan antara pemerintah kecamatan, desa, dan para pemangku kepentingan. 


Selain menyerap aspirasi masyarakat, Musrenbangcam juga menjadi sarana merespons dinamika dan kebutuhan pembangunan yang berkembang di wilayah Kecamatan Kamal.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Kamal, Ainul Yaqin.


Musrenbangcam dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Bangkalan Nur Hakim, perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bangkalan, unsur Forkopimcam, perwakilan Lanal Batuporon, para kepala desa se-Kecamatan Kamal, Kepala Puskesmas Kamal, UPT Dinas Pendidikan, serta Pendamping Desa.


Dalam sambutannya, Ainul Yaqin menegaskan pentingnya Musrenbangcam sebagai wadah partisipasi aktif desa dan masyarakat.


Ia mendorong seluruh pihak memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan kebutuhan dan gagasan pembangunan secara terbuka.


“Silakan sampaikan apa yang menjadi usulan dan kebutuhan desa. Insyaallah akan kami kawal agar bisa ditindaklanjuti,” ujar Ainul Yaqin.


Pada kesempatan itu, Camat Kamal juga menyampaikan perhatian pemerintah kecamatan terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 


Salah satu gagasan yang tengah disiapkan adalah pemanfaatan Terminal Kamal yang tidak lagi beroperasi sebagai sentra kegiatan UMKM.


Menurut Ainul, saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan sebagai pemilik aset lahan. 


“Pengembangan UMKM menjadi salah satu fokus kami. Terminal Kamal kami dorong agar ke depan dapat dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas UMKM,” jelasnya. 


Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bangkalan Nur Hakim menilai Musrenbangcam memiliki peran penting sebagai pintu awal perencanaan pembangunan daerah.


Ia menyebut forum tersebut sebagai momentum untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah pembangunan Kabupaten Bangkalan ke depan.


“Sebagai wakil rakyat, kami berkewajiban menyuarakan dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Musrenbangcam ini menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan tahun mendatang,” kata Nur Hakim.


Dalam forum tersebut, Nur Hakim juga menyampaikan perhatian terhadap fenomena banjir yang terjadi di Kecamatan Kamal pada tahun sebelumnya. 


Ia menilai kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bersama dalam perencanaan pembangunan dan pengelolaan lingkungan.


“Kejadian banjir kemarin menjadi pembelajaran bagi kita semua. Ini perlu menjadi perhatian agar ke depan dapat diantisipasi dengan lebih baik,” ujarnya.


Nur Hakim mendorong adanya upaya penanganan sungai secara terencana dan terkoordinasi.


Ia menyatakan kesiapan untuk mengawal aspirasi masyarakat agar mendapat perhatian dalam perencanaan anggaran daerah.


Perwakilan Bapperida Bangkalan, Nazrul Fausi, menjelaskan bahwa proses perencanaan pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan skala prioritas. 


Hal tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan pembangunan dengan kemampuan anggaran daerah.


“Kami terus berupaya mengakomodasi usulan yang masuk. Namun tentu perlu penentuan prioritas karena kemampuan APBD yang terbatas,” jelas Nazrul.


Ia menambahkan, meskipun normalisasi sungai merupakan kewenangan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten tetap dapat mengambil langkah-langkah antisipatif.


Upaya tersebut dapat dilakukan melalui koordinasi lintas instansi guna meminimalkan potensi risiko bencana.


Musrenbangcam Kecamatan Kamal pun ditutup dengan komitmen bersama untuk menyelaraskan kebutuhan desa dengan kebijakan pembangunan daerah.


Seluruh pihak sepakat mendorong perencanaan yang responsif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kecamatan Kamal. (Fiq) 

Bagikan:

Komentar