![]() |
| Kick Off MUBES IKSASS XI di Ponpes Ibnu Cholil Bangkalan.(Dok/Istimewa). |
Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai forum organisatoris, tetapi juga ruang peneguhan nilai-nilai spiritual serta etika kepemimpinan khas pesantren.
Sekitar 700 peserta menghadiri kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur IKSASS, mulai dari Pengurus Pusat, Pengurus Rayon Surabaya, Sidoarjo, Madura Raya, hingga warga Rayon IKSASS Bangkalan.
Acara semakin bermakna dengan kehadiran Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, beserta keluarga. Kehadiran beliau memberikan legitimasi moral sekaligus arahan nilai bagi seluruh rangkaian persiapan MUBES XI IKSASS.
Dalam sambutannya, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy menekankan pentingnya kualitas awal dalam setiap proses besar organisasi.
“Siapa yang cemerlang permulaannya, maka cemerlang pula puncaknya. Jika Kick Off ini dilaksanakan dengan baik, tertib, dan penuh kesungguhan, insyaallah pelaksanaan MUBES-nya juga akan berjalan dengan baik,” dawuhnya.
Lebih lanjut, ia berharap pelaksanaan MUBES XI IKSASS yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026 di Bangkalan dapat membawa keberkahan dan kemaslahatan yang luas.
Menurutnya, Bangkalan sebagai wilayah yang dikenal sebagai bumi shalawat dan dzikir memiliki kekuatan spiritual yang patut disyukuri.
“MUBES yang dilaksanakan di Bangkalan ini, mudah-mudahan diberi keberkahan, sehingga mampu melahirkan kemaslahatan bagi organisasi, umat, serta pemimpin yang amanah,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kesiapan IKSASS Rayon Bangkalan dalam mengawali rangkaian MUBES XI.
Ia berharap pelaksanaan Kick Off tersebut dapat menjadi contoh baik bagi struktur organisasi IKSASS di tingkat yang lebih luas.
“Apa yang dilakukan oleh IKSASS Rayon Bangkalan malam ini semoga menjadi inspirasi bagi Pengurus Pusat IKSASS dalam mengelola dan menggerakkan organisasi ke depan,” pesannya.
Kick Off MUBES XI IKSASS menjadi ruang pertemuan antara dimensi organisatoris dan nilai-nilai pesantren. Melalui arahan pengasuh pesantren, IKSASS diingatkan bahwa proses musyawarah dan regenerasi kepemimpinan bukan sekadar urusan struktural.
Lebih dari itu, proses tersebut merupakan amanah moral yang harus dijalankan dengan niat yang lurus, adab yang baik, serta tanggung jawab bersama.
Dengan dimulainya rangkaian pra-MUBES XI melalui Kick Off ini, IKSASS meneguhkan komitmennya untuk menyelenggarakan MUBES yang tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga kokoh secara nilai, berorientasi pada kemaslahatan, serta melahirkan kepemimpinan yang amanah dan berkeadaban. (Fiq)


Komentar