|
Menu Close Menu

Kampanye Akbar NasDem-Anies di Deli Serdang Pecah, Surya Paloh: Ini Medan Bung, Jangan Coba-coba Gertak

Jumat, 02 Februari 2024 | 12.54 WIB

Kampanye Akbar Partai NasDem di Sumut. (Dok/Istimewa).

Lensajatim.id, Sumut - Partai NasDem hari ini menggelar kampanye akbar di Deli Serdang, Sumatera Utara. Bertempat di Lapangan Reformasi, Tembung massa membludak hingga membuat jalanan macet. 


Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Capres nomor urut 1 Anies Baswedan, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumut Edy Rahmayadi serta Ketua Bappilu Partai NasDem Prananda Surya Paloh


Dalam penggalan orasi politiknya Surya Paloh menekankan kewajiban para elite bangsa, pemuka masyarakat untuk mengedukasi rakyat, apalagi dengan sistem demokrasi yang bebas seperti saat ini


“Kalau membangun kesadaran masyarakat kita belum mencapai setengah, hanya mengerti hak-haknya. Tapi belum mampu, belum sadar bahwa ada keseimbangan hak dan kewajiban, di sinilah elit pemuka bangsa, dan tokoh partai politik harus mengedepankan kesadaran publik, bukan menumpang pada kebodohan bangsanya,” kata Surya Paloh, Kamis (1/2/24)


Secara khusus, Surya Paloh yang juga anak Medan, menganggap Sumatera Utara adalah provinsi yang ‘khas’, tak bisa digertak. 


“Bukan kiri ikut kiri, kanan ikut kanan, mundur ikut mundur, atas ikut atas, bawah ikut bawah. Bukan Anak Medan namanya itu. Kita katakan: ini Medan bung. Ini Sumatera Utara. Itu boleh gertak sana sini, jangan coba coba di Sumatera Utara, kita lawan!” tegas Surya Paloh.


Surya Paloh menilai rakyat miskin memang harus dibantu, akan tetapi tugas pemerintah harus membangun semangat gotong royong, membangun rasa diantara sesama anak bangsa. 


“Itu lebih penting daripada bantuan 10kg beras. Itu lebih berharga, daripada sekian ratus ribu rupiah,” tutur Surya Paloh.


Lebih lanjut, Surya Paloh menegaskan, Partai NasDem tetap akan mendukung kebijakan pemerintah yang berarti untuk kemaslahatan masyarakat. Tetapi, kebijakan yang dianggap kurang tepat, yang konsekuensinya membawa bangsa Indonesia mundur, NasDem akan meminta kebijakan tersebut dihentikan. 


“Stop jangan lanjutkan itu. Ini tugas kita, dan hak yang diberikan oleh sistem demokrasi. Demokrasi artinya kebebasan mengeluarkan pendapat, berserikat, memilah. Tapi kewajiban untuk mengimbangi hak yaitu bangun kesadaran kita, sebagai warga negara kewajiban kita berpikir secara kritis, objektif. Yang benar katakan itu benar. Yang salah, walaupun kepada adik sendiri, saudara yang kita sayangi sendiri, orang yang kita usung sendiri, kita harus berani katakan tidak, karena dia salah,” tandas Surya Paloh. 


Hadir juga dalam kampanye akbar di Sumut, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali, Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno, Ketua DPW NasDem Sumut Iskandar, Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya dan fungsionaris DPP NasDem lainnya. (Tim)

Bagikan:

Komentar