|
Menu Close Menu

Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim Ajak Optimalkan Media Sosial untuk Edukasi dan Literasi Digital

Senin, 08 September 2025 | 21.37 WIB

Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Hj. Lilik Hendarwati.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya – Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Hj. Lilik Hendarwati, menegaskan pentingnya memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan literasi digital. Hal itu ia sampaikan usai menjadi narasumber dalam diskusi yang digelar oleh Rumah Literasi Digital (RLD) di Jalan Kaca Piring, Surabaya, Senin (08/09/2025).


Dalam diskusi yang dipandu oleh Mohammad Didi Rosadi (Ketua Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) dan dihadiri aktivis literasi digital, pegiat media, serta masyarakat umum, Lilik mengingatkan bahwa media sosial memiliki dua sisi: membawa manfaat besar, tetapi juga menyimpan risiko penyebaran konten negatif.


“Kalau kita bicara anak-anak muda, maka peran sekolah menjadi penting untuk memberikan pemahaman sejak dini bahwa media sosial tidak hanya hiburan, tetapi juga sarana belajar. Pemerintah melalui struktur terkecil, dari camat, lurah, RW, hingga RT, harus aktif mengingatkan masyarakat untuk menggunakan media sosial secara bijak,” ujarnya.


Lilik juga menekankan peran penting orang tua untuk mengawasi penggunaan media sosial anak-anaknya agar terhindar dari paparan hoaks dan konten berbahaya. Ia mengajak semua pihak berkolaborasi menghadirkan lebih banyak konten positif di dunia digital.


“Kalau kita semua berusaha menghadirkan konten positif lebih banyak, maka hal-hal negatif akan tertutupi,” tegasnya.


Lebih lanjut, Lilik mengungkapkan bahwa DPRD Jatim memiliki sejumlah program yang turun langsung ke masyarakat, seperti kegiatan Solosemiran. Program tersebut, kata dia, menjadi sarana pendidikan politik dan literasi digital bagi warga.


“Anggota DPRD punya tanggung jawab untuk memberikan edukasi politik agar masyarakat mampu memilah informasi yang benar dan tidak terjebak berita bohong. Menghilangkan hoaks mungkin sulit, tapi setidaknya kita bisa menguranginya,” tandasnya.


Lilik juga memberikan pesan khusus kepada media massa agar tetap memegang teguh prinsip jurnalisme yang berimbang dan berbasis fakta. “Harapan kami, media bisa menjadi rujukan utama bagi masyarakat karena lebih terverifikasi dibandingkan media sosial,” ungkapnya.


Lilik mengajak masyarakat untuk lebih cerdas dalam mengonsumsi informasi. “Jangan jadikan media hanya tontonan, tetapi jadikan sebagai tuntunan. Masyarakat harus pandai membedakan mana berita yang benar, mana yang provokasi, atau sekadar opini negatif,” tutupnya.


Diskusi ini berlangsung hangat dan interaktif, para peserta antusias mengikuti jalannya acara hingga selesai. (Had) 

Bagikan:

Komentar