![]() |
| Menko AHY saat menggelar jumpa pers.(Dok/Istimewa). |
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kota tidak cukup berhenti pada konsep. Yang lebih menentukan adalah bagaimana rencana besar itu dieksekusi di lapangan.
“Segala desain dan roadmap yang kita kawal bersama harus benar-benar bisa dieksekusi. Planning is everything. Tanpa perencanaan yang matang, pembangunan bisa berantakan,” tegas AHY.
Menurutnya, pembangunan perkotaan selalu berhadapan dengan trilemma: kecepatan, biaya, dan kualitas. Dengan keterbatasan anggaran, pemerintah pusat dan daerah harus cerdas memilih prioritas. “Kalau ingin cepat, mungkin biayanya besar. Kalau ingin murah, waktunya jadi lama. Tantangan inilah yang harus dijawab oleh para urban planner dan kepala daerah,” jelasnya.
Menko AHY juga mengingatkan berbagai persoalan klasik perkotaan yang harus segera ditangani, mulai dari kemacetan, polusi udara, penurunan muka tanah, krisis air bersih, hingga darurat sampah. Semua problem tersebut, menurutnya, menuntut solusi berbasis inovasi dan teknologi, seperti transportasi publik listrik, energi terbarukan, hingga tata kelola lingkungan yang lebih modern.
“Kota bukan sekadar ruang fisik, melainkan pilar kehidupan masyarakat. Semua aktivitas bangsa bertumpu di kota. Karena itu, kita harus memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak bagi kualitas hidup masyarakat,” pungkas AHY. (Hms/Had)


Komentar