|
Menu Close Menu

Sekolah Legislasi Se-Jatim di Umsida, Lia Istifhama Dorong Gen Z Jadi Penggerak Perubahan, Bukan Sekadar Penonton Politik

Minggu, 21 Juni 2026 | 13.45 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat sesi foto bersama dengan peserta Sekolah Legislasi se-Jatim di Umsida.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sidoarjo– Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar Sekolah Legislasi tingkat Provinsi Jawa Timur yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi se-Jatim. Kegiatan ini menjadi wadah penguatan literasi politik sekaligus ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami peran strategis mereka dalam sistem demokrasi Indonesia.


Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor III Umsida Dr. Nurdyansyah, Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ainun Amalia, serta sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Mereka di antaranya anggota DPD RI Lia Istifhama, anggota DPRD Pasuruan Adinda Denisa, perwakilan Badan Anggaran Sidoarjo Zakaria Dimas, Komisioner KPU Sidoarjo Mokhammad Yasin, dan dosen Umsida Rifai Ridlho. Turut hadir Ketua Umum DPM Umsida Bagus Anggara.


Dalam stadium general, anggota DPD RI Lia Istifhama yang akrab disapa Ning Lia menegaskan bahwa generasi Z memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam kehidupan politik dan demokrasi. Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan sosial telah melahirkan berbagai ruang partisipasi baru yang memungkinkan anak muda terlibat lebih aktif dalam menentukan arah pembangunan bangsa.


Ia menilai politik tidak lagi dipahami secara sempit sebagai aktivitas yang hanya dilakukan oleh pejabat atau anggota partai politik. Di era digital saat ini, berbagai profesi, termasuk influencer, memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik dan mendorong perubahan sosial.


“Semua orang pada dasarnya bisa menjadi politisi dalam negara demokrasi. Yang terpenting adalah bagaimana membangun kapasitas kepemimpinan, integritas, serta kepekaan terhadap aspirasi masyarakat,” ujar Ning Lia, Minggu (21/06/2026). 


Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak pada sikap emosional maupun keinginan mencari popularitas semata di ruang publik dan media digital. Sebaliknya, generasi muda harus mampu memanfaatkan ruang demokrasi untuk menyuarakan gagasan dan aspirasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Speak up bukan untuk sensasi, tapi untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Jangan jadi generasi yang baperan, tapi jadilah generasi yang berperan,” tegasnya.


Lebih lanjut, Ning Lia menekankan pentingnya menjaga integritas dan membangun kepercayaan publik sebagai modal utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia juga mengajak mahasiswa memahami pentingnya kebijakan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk melalui proses mendengar dan menyerap aspirasi sebelum mengambil keputusan.


Menurutnya, kualitas kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berbicara, tetapi juga oleh kesediaan mendengar, memahami persoalan masyarakat, dan menghadirkan solusi yang tepat.


Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Ainun Amalia mengajak mahasiswa untuk tetap menjaga idealisme sebagai agen perubahan, meskipun nantinya telah memasuki dunia kerja maupun birokrasi.


“Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Jangan sampai idealisme luntur ketika sudah masuk dalam sistem. Justru di situlah tantangan untuk tetap membawa perubahan yang lebih baik,” ujarnya.


Melalui Sekolah Legislasi tingkat Provinsi Jawa Timur ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami mekanisme legislasi dan tata kelola pemerintahan, tetapi juga mampu menjadi generasi yang kritis, berintegritas, serta aktif berkontribusi dalam memperkuat demokrasi dan pembangunan di Indonesia. (Red) 

Bagikan:

Komentar