![]() |
| Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa' Safril saat sambutan dalam acara Ansor Economic Forum di Kantor PW GP Ansor Jatim di Surabaya.(Dok/Istimewa). |
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis yang mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat hubungan industrial yang harmonis, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
Sejumlah tokoh dan perwakilan instansi hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya KAI Logistik, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, Ketua Kadin Jawa Timur, Pengurus Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan (Abujapi) Jawa Timur, CV Sumber Pangan, PT Borwita, Steel Production, Disnaker Kota Surabaya, Disnaker Kabupaten Mojokerto, serta sejumlah pengusaha dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Turut hadir pula H. Arvi Rizaldi selaku pengusaha properti Banyuwangi, H. Abdussalam Alamsyah pengusaha properti Jember, H. Ikhsan Mukhlason pengusaha tambak ikan Tulungagung, H. Abdussalam pengusaha transportasi Surabaya, H. Rizal pengusaha logam dan besi tua Surabaya, H. Ahsanul Haq pengusaha pakan ternak Gresik, dr. H. Fahmi Salafuddin selaku Direktur Utama RS Ponorogo, H. Bagoes Awaluddin Irfansyah selaku Owner Travel Umrah An Namiroh Mojokerto, serta Muhammad Zaid Hilmy, BA (Hons)., MSc selaku Owner Pramita Lab Surabaya.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa' Safril, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen GP Ansor dalam mendorong terciptanya hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Ansor Economic Forum 2026 yang mengangkat tema “Memperkuat Hubungan Industrial Harmonis: Usaha Tumbuh, Pekerja Sejahtera” dengan tagline “Dari Ansor untuk Ekonomi yang Berkeadilan.”
Menurut Musaffa', tantangan ekonomi global, transformasi industri, digitalisasi dunia kerja, hingga dinamika regulasi ketenagakerjaan menuntut hadirnya ruang dialog yang mampu mempertemukan seluruh pemangku kepentingan.
Forum seperti ini, kata dia, menjadi sarana penting untuk membangun kesepahaman sekaligus memperkuat kolaborasi yang konstruktif antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah.
“Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan membutuhkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah. Di tengah tantangan ekonomi global, transformasi industri, digitalisasi dunia kerja, serta perubahan regulasi ketenagakerjaan, diperlukan ruang dialog yang mampu mempertemukan seluruh pemangku kepentingan guna membangun kesepahaman dan kolaborasi yang konstruktif,” ujar Musaffa'.
Ia menegaskan bahwa hubungan industrial yang sehat tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyelesaian persoalan ketenagakerjaan, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan usaha, peningkatan produktivitas, dan kesejahteraan pekerja.
Menurutnya, dunia usaha membutuhkan kepastian dan stabilitas agar dapat berkembang secara optimal. Di sisi lain, pekerja juga memerlukan perlindungan dan jaminan kesejahteraan yang memadai.
“Dunia usaha membutuhkan kepastian dan stabilitas, sementara pekerja membutuhkan perlindungan dan jaminan kesejahteraan yang memadai. Dalam konteks inilah peran pemerintah menjadi penting sebagai regulator sekaligus fasilitator terciptanya hubungan industrial yang berkeadilan,” lanjutnya.
Musaffa', juga menyoroti posisi strategis GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan, keagamaan, dan kemasyarakatan yang memiliki peran penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat sekaligus perlindungan tenaga kerja yang optimal.
Ia menjelaskan bahwa semakin banyak kader Ansor yang berkembang menjadi pelaku usaha di berbagai sektor. Karena itu, diperlukan langkah konkret untuk memperkuat jejaring ekonomi kader dan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya hubungan industrial yang harmonis.
“Gerakan Pemuda Ansor sebagai organisasi kepemudaan, keagamaan, dan kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam mendorong terciptanya iklim usaha yang sehat sekaligus perlindungan tenaga kerja yang optimal. Seiring berkembangnya kader-kader Ansor sebagai pelaku usaha di berbagai sektor, diperlukan upaya untuk memperkuat jejaring ekonomi kader serta meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya hubungan industrial yang harmonis sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui Ansor Economic Forum 2026, PW GP Ansor Jawa Timur menghadirkan forum dialog strategis yang mempertemukan Pengusaha Ansor, serikat pekerja, pemerintah, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk membahas tantangan dan peluang hubungan industrial di Jawa Timur.
Forum tersebut diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan serta komitmen bersama dalam mewujudkan dunia usaha yang berkembang, tenaga kerja yang terlindungi, dan ekonomi yang berkeadilan.
“Melalui Ansor Economic Forum 2026, PW GP Ansor Jawa Timur menghadirkan forum dialog strategis yang mempertemukan Pengusaha Ansor, serikat pekerja, pemerintah, akademisi, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk membahas tantangan dan peluang hubungan industrial di Jawa Timur. Forum ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan dan komitmen bersama dalam mewujudkan dunia usaha yang berkembang, tenaga kerja yang terlindungi, dan ekonomi yang berkeadilan,” pungkas Musaffa'.
Sementara itu, Ketua Panitia Anas Syaikhu dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya memperkuat jejaring dan kolaborasi antara pengusaha dari kalangan kader Ansor dengan para pelaku usaha di luar organisasi.
Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas, memperkuat ekosistem usaha, serta menciptakan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
"Melalui forum ini kami ingin mempertemukan para pengusaha lintas sektor, baik dari kader Ansor maupun di luar Ansor, sehingga ke depan dapat terjalin sinergi dan kolaborasi yang saling menguntungkan," ujar Anas.
Ansor Economic Forum 2026 diharapkan menjadi wadah lahirnya gagasan, solusi, dan kerja sama nyata antara dunia usaha, pekerja, dan pemerintah. Dengan semangat kolaborasi tersebut, GP Ansor Jawa Timur optimistis dapat turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan di Jawa Timur. (Had)


Komentar