|
Menu Close Menu

Polemik Kuota Haji, Panglima NABRAK Ingatkan PBNU Wajib Jadi Teladan Moral

Selasa, 16 September 2025 | 13.38 WIB

Gus Firman bersama Menko Cak Imin.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya – Polemik dugaan korupsi kuota haji yang ramai diperbincangkan publik dan menyeret nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendapat tanggapan serius dari Panglima Nahdliyin Bergerak (NABRAK), Firman Syah Ali.


Menurutnya, NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia adalah penjaga gawang moral bangsa, sehingga pengurus dan warga NU sepatutnya menjaga sikap serta perbuatan agar tetap sesuai dengan ajaran luhur para pendirinya.


“Kita adalah ormas penjaga gawang moral bangsa, pengawal cita-cita bangsa, pelindung kehormatan umat. Maka pengurus maupun anggota NU, terutama pengurus PBNU, harus memberikan teladan moral terbaik kepada bangsa Indonesia. Bukan sebaliknya. Kita wajib menghindari perbuatan yang menabrak standar yuridis dan moral bangsa,” tegas pendiri KONU itu, Selasa (16/09/2025). 


Di tengah ramainya isu ini, Gus Firman juga meminta publik, khususnya warganet, agar bersikap adil dan tidak terburu-buru menghakimi.


“Pertama, hingga kini belum ada tersangka dalam kasus ini. Jadi jangan keburu menghakimi. Kedua, masyarakat harus cerdas membedakan antara PBNU dengan NU. Jumlah warga NU menurut survei LSI mencapai 159 juta jiwa, sedangkan pengurus PBNU hanya segelintir orang. Mayoritas warga NU hidup sederhana di pedesaan, dibimbing langsung oleh kiai kampung dengan ajaran moral yang lurus,” jelas tokoh angkatan ’98 ini.


Ia juga mengingatkan pesan para muassis NU, khususnya KH As’ad Syamsul Arifin, agar warga NU tidak mengikuti pemimpin yang bertentangan dengan ruh perjuangan NU.


“KH As’ad berkali-kali mengajarkan: jangan ikuti ketua NU, bahkan jangan ikuti beliau sendiri, jika berlawanan dengan perjuangan NU. Itu doktrin penting yang harus kita pegang,” tambah tokoh asal Madura tersebut.


Di akhir pernyataannya, Firman Syah Ali mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk berdoa agar NU tetap terjaga dari upaya penghancuran, baik dari luar maupun dari dalam.


“Ingat, kerusakan dari dalam jauh lebih berbahaya. Semoga NU senantiasa dijaga Allah, Rasulullah, dan para wali,” pungkasnya. (Had) 

Bagikan:

Komentar