|
Menu Close Menu

Santunan Dikembalikan, Keluarga Santri Korban Ikhlas Demi Pembangunan Musala Pesantren Al Khoziny

Sabtu, 04 Oktober 2025 | 16.29 WIB

Wali Santri saat mengembalikan santunan ke Ponpes Al-Khoziny, Buduran Sidoarjo.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Sidoarjo – Pesantren Al-Khoziny Buduran, Kabupaten Sidoarjo, kembali menyalurkan santunan kepada keluarga santri yang menjadi korban musibah robohnya musala pesantren putra pada Senin (29/9/2025) lalu.


Santunan kali ini diberikan kepada keluarga almarhum Moch Agus Ubaidillah, santri asal Gadukan, Kalianak, Krembangan, Surabaya. Penyerahan dilakukan langsung oleh Dewan Pengasuh Pesantren Al-Khoziny, KHR Muhammad Ubaidillah Mujib atau Kiai Mamad.


Dengan penuh rasa duka, Kiai Mamad menyampaikan belasungkawa sekaligus permohonan maaf kepada keluarga korban. “Semoga almarhum wafat dalam keadaan husnul khatimah, karena meninggal saat salat dan menuntut ilmu,” ucapnya, Jumat (3/10/2025).


Namun, santunan yang diberikan tersebut diterima lalu dikembalikan oleh ayah almarhum, Ustadz Achmad Faiq. Dengan lapang dada, ia menegaskan bahwa keluarganya ikhlas menerima takdir dan ridha dengan musibah yang terjadi.


“Ini saya kembalikan untuk kepentingan pembangunan mushala pesantren dan lainnya,” ujarnya.


Ustadz Faiq menambahkan, almarhum sudah lebih dari dua tahun menimba ilmu di Al-Khoziny. Bahkan, dua putranya yang lain masih aktif mondok di pesantren tersebut. Hal ini menjadi bukti kuatnya ikatan batin antara keluarganya dan pesantren.


Peristiwa ini menghadirkan pelajaran tentang keikhlasan dan kebersamaan. Santunan yang dikembalikan menjadi simbol ketulusan, dukungan, sekaligus doa agar Pesantren Al-Khoziny terus berkembang dan menjadi ladang ilmu bagi generasi mendatang. (Had) 

Bagikan:

Komentar