|
Menu Close Menu

Tangis dan Doa Iringi Evakuasi Santri Al-Khoziny, Ning Lia Berduka dan Apresiasi Perjuangan Khofifah serta Petugas

Kamis, 02 Oktober 2025 | 10.54 WIB

Ning Lia, Anggota DPD RI asal Jawa Timur dalam sebuah rapat.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, SurabayaDuka mendalam menyelimuti Jawa Timur usai musala empat lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, runtuh pada Senin (29/9/2025). Tragedi ini menyisakan luka tak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat luas.


Doa-doa terus dipanjatkan agar 91 santri yang masih tertimbun segera ditemukan dalam keadaan selamat. Sebelumnya, sekitar 200 santri tengah melaksanakan salat Ashar sebelum material bangunan tiba-tiba ambruk akibat pengecoran yang tidak matang.


Hingga kini, tercatat 98 santri mengalami luka-luka. Trauma mendalam pun menghantui para korban yang selamat. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus kembali bangkit dari musibah ini.


Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyampaikan belasungkawa mendalam. Ia mengaku merasakan pedihnya hati para orang tua yang kehilangan anak di tengah upaya menuntut ilmu agama.


“Semoga para wali santri diberi ketabahan. Mari kita terus berdoa agar pertolongan Allah segera datang bagi mereka yang masih tertimbun,” ucap Ning Lia penuh haru.


Proses evakuasi yang sudah berlangsung lebih dari 48 jam menghadapi tantangan besar. Tim Basarnas dan BNPB bahkan harus menggali gorong-gorong bawah tanah demi menjangkau titik di mana santri diduga tertimbun.


Suasana haru terlihat di luar pagar ponpes. Ada orang tua yang bersujud syukur saat anaknya ditemukan selamat, ada pula yang larut dalam tangis saat menerima kenyataan pahit. Ning Lia menegaskan bahwa tragedi ini adalah duka bersama seluruh bangsa.


Wakil Ketua PW Fatayat NU Jatim itu juga mengapresiasi kerja keras para petugas di lapangan. “Kami berterima kasih kepada Basarnas, BNPB, BPBD, TNI, Polri, tenaga medis, hingga relawan yang berjibaku tanpa lelah. Gubernur Khofifah pun hadir langsung memimpin evakuasi,” katanya.


Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung Pemprov Jatim. Ia juga memastikan seluruh rumah sakit, termasuk non-pemerintah, siaga penuh melayani korban.


“Tidak ada satu pun korban yang boleh terlambat mendapatkan pertolongan medis,” tegas Khofifah.


Dua unit crane dikerahkan untuk mengangkat puing-puing berat. Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut sudah tiga santri meninggal dunia, sementara lainnya luka-luka.


“Kami mohon doa seluruh masyarakat agar evakuasi berjalan lancar. Medan sangat sulit, tapi semangat tim di lapangan tetap tinggi,” ujarnya. (Had) 

Bagikan:

Komentar