|
Menu Close Menu

Wagub Emil Sampaikan Kabar Paling Sulit Usai 3 Hari Pencarian Korban Ponpes Al-Khoziny

Jumat, 03 Oktober 2025 | 13.45 WIB

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat berusaha menenangkan orang tua santri di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran Sidoarjo.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Sidoarjo – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Setelah hampir tiga hari pencarian korban runtuhnya musala, fase penyelamatan memasuki momen paling sulit: kabar bahwa tak lagi ditemukan tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan bangunan.


Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, hadir bersama Menko PMK, Kepala BNPB, pimpinan Basarnas, serta Gubernur Jawa Timur. Mereka menyampaikan keputusan ini langsung kepada keluarga santri.


Dengan hati yang berat, keluarga akhirnya bersepakat memulai penggunaan alat berat. Langkah itu diambil demi segera memindahkan siapapun yang masih berada di bawah reruntuhan, dalam kondisi apapun.


“Ini adalah momen yang sangat berat bagi keluarga korban. Tidak ada kata-kata yang mampu mengobati duka. Kehilangan anggota keluarga adalah hal yang tak tergantikan. Namun kami memastikan segala upaya terbaik telah diikhtiarkan, bahkan dengan pertaruhan keselamatan para petugas yang berjuang di ruang sempit dan penuh bahaya,” tutur Emil, Kamis (2/10/2025).


Proses evakuasi turut didampingi ahli struktur ITS, Muji Himawan. Sejak hari pertama, ia terus mengawal jalannya pencarian dan kini mendampingi pengoperasian alat berat bersama TNI-Polri, Basarnas, BNPB, BPBD, hingga relawan lintas elemen.


Di tengah duka yang menyayat, doa terus dipanjatkan untuk keselamatan para petugas serta ketabahan keluarga santri. Tragedi ini meninggalkan luka yang dalam, namun juga memperlihatkan solidaritas dan pengorbanan dari banyak pihak dalam upaya penyelamatan. (Had) 

Bagikan:

Komentar