![]() |
| Foto: Ruang baca gedung baru Perpustakaan Daerah Bangkalan belum tertata rapi. |
Memasuki bulan kedua 2026, aktivitas Perpusda Bangkalan masih sangat terbatas. Layanan yang tersedia sejauh ini hanya sebatas pengembalian buku, sementara layanan peminjaman dan fasilitas baca belum dapat dinikmati masyarakat secara optimal.
Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan Bangkalan, Anik Susanti, mengungkapkan kondisi tersebut disebabkan Perpusda masih berada dalam masa transisi dari gedung lama ke gedung baru. Proses pemindahan sarana prasarana dan penataan ruangan belum sepenuhnya rampung.
“Keadaannya masih seperti ini, buku-buku belum disusun rapi. Fasilitas seperti bangku dan meja juga masih berada di gedung lama,” ujarnya. Selasa (3/2/2026)
Di tengah keterbatasan layanan tersebut, nilai anggaran pembangunan gedung baru Perpusda Bangkalan menjadi sorotan. Total dana yang digelontorkan mencapai Rp 10,746 miliar, angka yang tergolong fantastis untuk proyek fasilitas literasi tingkat kabupaten.
Anggaran tersebut bersumber dari dua pos pembiayaan, yakni Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 9,8 miliar serta APBD Kabupaten Bangkalan. Dana dari APBD digunakan untuk membiayai perencanaan, pengawasan, serta pematangan lahan atau pengadaan urukan.
Proyek pembangunan Perpusda Bangkalan dipecah menjadi empat paket pekerjaan, meliputi perencanaan, pengawasan, pembangunan fisik gedung, dan pengadaan urukan. Seluruh paket tersebut merupakan program yang melekat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bangkalan.
Meski pembangunan fisik telah dinyatakan selesai dan bangunan telah diserahkan oleh kontraktor, hingga kini gedung tersebut belum sepenuhnya siap digunakan. Kondisi itu menimbulkan pertanyaan publik terkait efektivitas pemanfaatan anggaran yang telah terserap.
Kepala Dinas Dispusip Bangkalan, Ainul Ghufron, menjelaskan keterlambatan operasional penuh Perpusda disebabkan keterbatasan tenaga serta kendala anggaran dalam proses pemindahan fasilitas dan pembersihan ruangan.
“Keterlambatan ini juga karena keterbatasan anggaran. Kami masih memanfaatkan tenaga pegawai sendiri, baik untuk pemindahan fasilitas maupun pembersihan ruangan. Setelah pembangunan selesai, kontraktor langsung menyerahkan gedung ke kami,” tegasnya.
Ainul memperkirakan Perpusda Bangkalan baru dapat beroperasi secara penuh pada 14 Februari 2026. Hingga saat itu, masyarakat diminta bersabar menunggu normalisasi layanan perpustakaan yang diharapkan menjadi pusat literasi dan edukasi di Bangkalan.
Namun demikian, dengan besarnya anggaran yang telah dikucurkan, publik berharap fasilitas tersebut tidak sekadar berdiri megah, melainkan benar-benar dapat segera dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. (Syaiful)


Komentar