|
Menu Close Menu

SPPG Pancoran Bondowoso Bersiap Operasikan Program Makan Bergizi Gratis untuk Siswa

Jumat, 30 Januari 2026 | 09.01 WIB

Ali Hasan Mun'im, Penanggung Jawab SPPG Pancoran Bondowoso saat memberikan sambutan.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Bondowoso — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pancoran di Jalan Magenda, Bunder, Pancoran, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, tengah bersiap beroperasi guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa.

Persiapan dilakukan secara bertahap dengan menekankan aspek kualitas layanan, keamanan pangan, serta keberlanjutan program. MBG diharapkan menjadi solusi nyata dalam meningkatkan asupan gizi anak sekolah sekaligus menekan angka kekurangan gizi di daerah.


Salah satu tahapan krusial yang telah dilaksanakan adalah pelatihan penjamah makanan yang difasilitasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, Kamis (29/1/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan menghadirkan dr. Haris sebagai pemateri. Ia memaparkan delapan elemen kunci dalam Prosedur Operasional Standar (POS) sanitasi yang wajib diterapkan dalam pengolahan makanan.


Materi tersebut menekankan pentingnya kebersihan personal, sanitasi peralatan, pengolahan bahan pangan yang aman, hingga penyajian makanan sesuai standar kesehatan.


Pelatihan ini bertujuan memastikan seluruh proses pengolahan makanan di SPPG Pancoran memenuhi standar higienitas dan keamanan pangan, sehingga makanan yang disajikan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi siswa.


Penanggung Jawab SPPG Pancoran, Ali Hasan Mun’im, menegaskan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi fondasi utama sebelum operasional program dimulai.


Menurutnya, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak cukup hanya bergantung pada anggaran dan ketersediaan bahan pangan, tetapi sangat ditentukan oleh kompetensi dan kedisiplinan para penjamah makanan.


“Kami ingin memastikan setiap makanan yang disajikan kepada siswa memenuhi standar gizi dan kesehatan. Karena itu, pelatihan ini menjadi tahapan penting sebelum layanan dijalankan,” ujar Ali Hasan Mun’im.


Ia menambahkan, SPPG Pancoran berkomitmen mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah, khususnya di wilayah daerah.


Pria yang juga Tenaga Ahli (TA) DPR RI, Ali menilai Program Makan Bergizi Gratis memiliki dampak strategis jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.


Menurutnya, pemenuhan gizi sejak usia sekolah akan berpengaruh langsung terhadap kesehatan, kemampuan belajar, dan produktivitas generasi masa depan.


“Program ini bukan sekadar pembagian makanan, tetapi investasi negara untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tuturnya.


Ali Hasan Mun’im yang juga Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI (BPP HIPKA) menambahkan, pelibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok MBG akan memberikan dampak ekonomi berlapis.


Skema tersebut dinilai mampu mendorong pertumbuhan UMKM pangan, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah.


Wakil Ketua Komite Tetap Pembiayaan Fiskal Perumahan Kadin Indonesia ini menekankan pentingnya tata kelola anggaran yang transparan dan berkelanjutan.


Ia menilai, keberlangsungan Program MBG membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.


Dengan berbagai persiapan tersebut, SPPG Pancoran Bondowoso optimistis dapat segera beroperasi dan menjadi salah satu garda terdepan dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis di tingkat daerah. (Had) 

Bagikan:

Komentar