|
Menu Close Menu

Beberapa Kecamatan di Probolinggo Terkena Banjir, Gus Dim Sebut Terparah dan Apresiasi Gerak Cepat BPBD

Minggu, 22 Februari 2026 | 16.27 WIB

 

Gus Dim, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Partai NasDem saat turun langsung dan menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Probolinggo. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Probolinggo – Banjir besar melanda Kecamatan Kraksaan, Kecamatan Besuk, serta sejumlah wilayah sekitarnya di Kabupaten Probolinggo. Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai lutut hingga dada orang dewasa.


Ratusan rumah warga terendam, fasilitas umum terdampak, dan aktivitas masyarakat lumpuh total. Peristiwa ini disebut sebagai salah satu banjir terparah dalam puluhan tahun terakhir, khususnya di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Probolinggo 1.


Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Partai NasDem Dapil Probolinggo 1, Mohammad Dimyati atau Gus Dim, menyampaikan rasa prihatin dan empati mendalam atas musibah tersebut. Ia mengaku turut merasakan langsung dampak banjir yang terjadi.


“Saya secara pribadi dan sebagai wakil rakyat Dapil Probolinggo 1 menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas musibah ini. Saya juga terdampak, sehingga merasakan langsung bagaimana situasi di lapangan. Ini adalah ujian bagi kita semua,” ujar Gus Dim, Minggu (22/02/2026). 


Menurutnya, banjir kali ini merupakan kejadian luar biasa yang jarang terjadi di wilayah tersebut.


“Dalam puluhan tahun terakhir, baru kali ini banjir sebesar ini terjadi di Dapil Probolinggo 1, terutama di Kecamatan Kraksaan dan Besuk. Dampaknya sangat luas dan dirasakan hampir di seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.


Gus Dim juga mengapresiasi respons cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Probolinggo. Sejak malam hari saat banjir mulai melanda, tim sudah turun langsung ke lokasi terdampak.


“Saya mengucapkan terima kasih kepada BPBD dan Perkim Kabupaten Probolinggo yang sigap turun ke lapangan. Dengan kesiapsiagaan dan dukungan mobil operasional baru, penanganan awal dapat dilakukan secara cepat,” ungkapnya.


Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, aparat, relawan, dan masyarakat menjadi kunci dalam percepatan evakuasi serta penanganan darurat.


Sebagai wakil rakyat dari wilayah yang terdampak paling parah, Gus Dim menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses penanganan pascabanjir. Hal itu mencakup bantuan bagi warga, perbaikan infrastruktur, hingga langkah mitigasi jangka panjang. 


“Saya berkomitmen mengawal penanganan pascabanjir, mulai dari distribusi bantuan, perbaikan infrastruktur, hingga normalisasi sungai dan pembenahan sistem drainase. Wilayah Kraksaan dan Besuk harus menjadi perhatian utama karena dampaknya sangat signifikan,” ujarnya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap sabar dan menjaga solidaritas di tengah situasi sulit.


“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap kuat dan tabah. Dengan kebersamaan dan kepedulian semua pihak, kita bisa bangkit dan melewati musibah ini bersama,” pungkasnya.


Hingga saat ini, instansi terkait masih melakukan pendataan kerusakan dan kebutuhan warga. Di sejumlah titik, warga bersama relawan mulai membersihkan sisa lumpur dan material banjir dari rumah serta lingkungan sekitar sebagai langkah awal pemulihan. (Ham) 

Bagikan:

Komentar