|
Menu Close Menu

Haflatul Imtihan Nurul Jali Pakamban Daya Istimewa, Musaffa' Safril Dorong Alumni Jaga Warisan Doa Pendiri

Selasa, 17 Februari 2026 | 10.48 WIB

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Musaffa' Safril saat memberikan sambutan dalam acara Haflatul Imtihan Lembaga Pendidikan Islam Nurul Jali Pekamban Daya, Pragaan, Sumenep.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sumenep — Haflatul Imtihan di Lembaga Pendidikan Islam Nurul Jali Pakamban Daya Pragaan Sumenep tahun ini berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan tersebut terasa semakin istimewa dengan kehadiran H. Musaffa' Safril Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, yang juga merupakan alumni Madrasah Ibtidaiyah Nurul Jali. Ia memberikan sambutan di hadapan para santri, wali murid, dan tamu undangan, Selasa (17/02/2026). 


Dalam sambutannya, Musaffa' menegaskan bahwa keberlangsungan sebuah lembaga pendidikan tidak lepas dari riyadah dan doa para pendiri. Menurutnya, kekuatan spiritual itulah yang menjadi fondasi utama sehingga lembaga mampu bertahan dan berkembang hingga saat ini.


“Tidak ada lembaga yang bisa bertahan lama tanpa doa langit dari para pendirinya. Karena itu, para penerus harus menjaga adab dan tidak membantah pengasuh yang melanjutkan perjuangan. Termasuk saya yang dinobatkan sebagai Ketua Alumni tanpa konfirmasi sebelumnya. Karena amanah guru dan pengasuh, saya harus siap,” ujarnya.


Pada kesempatan tersebut, ia juga mengenang masa-masa saat menjadi siswa di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Jali. Ia menceritakan kondisi lembaga pada masa lalu yang jauh dari kemewahan.


“Dulu ketika belajar di sini, kaki kami sering masuk abu. Itu menandakan bahwa lembaga ini sangat sederhana,” kenangnya.


Ia juga menggambarkan dedikasi para guru di masa lalu yang hidup bersahaja. Seusai mengajar, para guru tidak langsung pulang, melainkan menuju tegal untuk mencabuti rumput dan menyiram tanaman tembakau.


Menurutnya, kesederhanaan dan keikhlasan para pendahulu itulah yang menjadi sebab keberkahan lembaga hingga kini. Berkat doa para pendiri, alumni Nurul Jali dinilai mampu bersaing dan berkiprah di berbagai bidang.


Selain itu, ia berpesan agar para santri tidak pernah berkecil hati meskipun berasal dari pelosok kampung atau dari keluarga kurang mampu. Ia menegaskan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih keberhasilan.


Ia juga menyinggung pentingnya kesejahteraan guru, Musaffa' menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, penghasilan pegawai MBG dinilai masih lebih layak dibandingkan gaji guru. Hal itu, menurutnya, menjadi pengingat bahwa kesejahteraan dewan guru perlu menjadi perhatian bersama. Ia mengajak semua pihak untuk menghargai perjuangan para guru, karena keberhasilan banyak pihak tidak lepas dari jasa mereka. Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan para hadirin.


Kegiatan Haflatul Imtihan ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh santri, alumni dan keluarga besar Nurul Jali untuk terus menjaga nilai keikhlasan, adab, dan perjuangan para pendiri dalam mengembangkan pendidikan Islam di tengah masyarakat. (MQ)

Bagikan:

Komentar