|
Menu Close Menu

Muskel III Bani Walisongo Digelar di Pakamban Sumenep

Senin, 16 Februari 2026 | 09.05 WIB

Pertemuan Muskel III Bani Walisongo di Pekamban Sumenep.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sumenep– Puluhan tokoh Bani Walisongo se-Jawa dan Madura berkumpul di Pondok Pesantren Nurul Huda, Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, sejak kemarin hingga tadi malam.


Musyawarah Keluarga (Muskel) III tersebut digelar dengan RKH Ahmad Washil Imron selaku pengasuh pesantren sebagai tuan rumah (shohibul bait).


Sebelumnya, Muskel I dilaksanakan di Pondok Pesantren Gunungsari Proppo, Pamekasan, dengan RKH Kholil Muhammad sebagai shohibul bait. Sementara Muskel II digelar di Surabaya.


Sejumlah tokoh keturunan Walisongo yang hadir dalam Muskel III antara lain RKH Kholil Muhammad Gunungsari sebagai kasepuhan Bani Walisongo sekaligus Ketua Umum Perserikatan Bani Bhuju’ (PBB), RKH Abdul Hamid Madani Mansuhana (Bhuju’ Rabah IX), dan RKH Ali Fikri, Pengasuh Ponpes Annuqayah Lubangsa Guluk-guluk Sumenep.


Turut hadir RKH Ja’far Shodiq Fauzi (Pengasuh Ponpes Abu Syamsuddin Batuampar Pamekasan), R Firman Syah Ali (Panglima Nahdliyin Bergerak/NABRAK), serta R Ahmad Haryo Seta Wasesa dari Malang.


Selain itu, hadir pula R Hidrochin Sabaruddin dari Bangkalan (budayawan), R Ali Yusuf dari Ampel Surabaya, RKH Abdul Hamid Suryodirjo (Munsib Madura Timur), serta sejumlah dzurriyah Bindere Saot Tirtonegoro yakni RB Moh Farhan Muzammil, RB Deny Suryaningprang, RB Rio Rahmad Adi, dan R Rhiyananta C Yudi.


Nama lainnya yang tercatat adalah R Adam Muhshi Panotonagoro (akademisi Unair), R Nurul Yaqin (pegiat sejarah Sidoarjo), R Zabidi (pegiat sejarah Surabaya), R Asrul Sani (pegiat sejarah Gresik), dan RM Alfan H (pegiat sejarah Malang).


Musyawarah juga dihadiri RKH A Jamaluddin Gaddu Sumenep, R Subki Abdul Hamid Muallim Sa’angan, R Abdul Ghafur Konang Galis Pamekasan, RKH Rafiq BJ Pakamban Sumenep, serta puluhan tokoh lainnya.


Salah satu peserta Muskel III, Firman Syah Ali, menyampaikan bahwa forum berlangsung lancar dan penuh dinamika.


“Musyawarah Keluarga III sejak kemarin hingga tadi malam berjalan dengan lancar, dinamis dan solutif. Bertindak sebagai moderator, R Ali Yusuf dari Ampel dan notulen Dr R Adam Muhshi Panotonagoro dari Unair,” ujarnya.


Tokoh aktivis 98 itu menambahkan, Muskel I hingga III selalu dihadiri para sejarawan, akademisi, dan munsib.


“Muskel ini sudah berlangsung tiga kali, dengan dihadiri oleh para sejarawan, akademisi dan munsib sehingga hasil musyawarah tidak perlu diragukan oleh generasi penerus kelak,” lanjutnya.


Salah satu hasil penting Muskel III adalah disepakatinya ibunda R Zainal Abidin (Sunan Cendana III).


“Muskel ini bertujuan mencari solusi bersama dari beberapa perbedaan alias versi dalam penulisan sejarah Bani Walisongo. Tadi malam, perbedaan versi tentang ibunda Sunan Cendana Kwanyar sudah berhasil dipersatukan,” jelasnya.


Ia menyebut, para musyawwirin sepakat bahwa ibunda Sunan Cendana adalah Nyai Gede Kedaton.


Nyai Gede Kedaton merupakan puteri R Wiryosastro (Sunan Kulon). Sunan Kulon adalah putera R Ainul Yaqin (Sunan Giri I), yang berarti saudara dari Sunan Dalem (Sunan Giri II).


Namun demikian, pembahasan mengenai ayahanda Sunan Cendana belum mencapai kesepakatan.


“Tentang siapa ayahanda Sunan Cendana belum ada kesepakatan. Mungkin akan dibahas dalam Muskel IV di Canga’an Bangil setelah Idul Fithri,” ujarnya.


Ia memaparkan, gambaran sementara menyebut ayahanda Sunan Cendana adalah Pangeran Pekik.


Pangeran Pekik merupakan putera Pangeran Jayalengkara, adipati terakhir Surabaya. Berdarah Ampel dan Giri, ia dipercaya Dinasti Mataram Islam untuk menaklukkan dan mengakhiri Giri Kedaton.


Pangeran Pekik juga merupakan ipar Sultan Agung Hanyokrokusumo dan kakek Sultan Amangkurat II.


Dari garis inilah, untuk pertama kalinya Raja Mataram Islam berdarah Walisongo, yakni Raden Mas Rahmat atau Tejoningrat (Sunan Amangkurat II).


“Pangeran Pekik wafat dibantai sekeluarga oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo pada tahun 1659,” pungkas Pengurus Pusat Presidium Majelis Alumni IPNU tersebut. (Yud) 

Bagikan:

Komentar