|
Menu Close Menu

Bupati Malang Tinjau Korban Puting Beliung di Rejoyoso, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Selasa, 24 Februari 2026 | 13.47 WIB

Bupati Malang H. M. Sanusi saat meninjau korban angin puting beliung di Rejoyoso.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Malang – Bupati Malang, H.M. Sanusi, turun langsung meninjau lokasi terdampak angin puting beliung di Dusun Balong RT 54 dan 55/RW 07, Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Selasa (24/2/2026) pagi.


Kunjungan tersebut menjadi wujud kehadiran pemerintah daerah dalam memastikan kondisi warga pascabencana tetap aman dan tertangani dengan baik.


Angin puting beliung terjadi sehari sebelumnya akibat hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang. Sedikitnya 15 rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang.


Sebagian teras rumah ambruk dan beberapa atap rusak karena kayu penyangga yang sudah lapuk. 


Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Total kerugian material ditaksir sekitar Rp30 juta.


Peninjauan dimulai pukul 08.15 WIB. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang Ir. H. Kholiq, jajaran OPD, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Plt Kasatpol PP, Kepala Dinas PU Bina Marga, Kepala Dinas Perhubungan, Ketua Baznas Kabupaten Malang, Camat Bantur Bayu Jatmiko, unsur TNI-Polri, serta Kepala Desa Rejoyoso Abdul Manaf bersama perangkat desa.


Setibanya di lokasi, Bupati langsung meninjau rumah-rumah warga yang terdampak. Ia berdialog dengan masyarakat untuk memastikan kondisi mereka sekaligus memetakan kebutuhan paling mendesak.


Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kabupaten Malang melalui Baznas dan BPBD menyerahkan 16 paket bantuan secara simbolis.


Bantuan tersebut meliputi sembako, terpal, obat-obatan, serta perlengkapan bayi guna mendukung kebutuhan darurat warga beberapa hari ke depan.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, kami turut prihatin atas musibah ini. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban panjenengan semua,” ujar Sanusi.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.


Menurutnya, kewaspadaan dan kebersamaan menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat.


“Bapak ibu banyak membaca sholawat dan istigfar ya. Semoga tidak ada lagi kejadian serupa. Kami memahami ada rasa traumatik, dan pemerintah akan terus mendampingi,” tuturnya.


Data sementara mencatat, 15 rumah yang terdampak dihuni puluhan jiwa, termasuk balita dan lansia sebagai kelompok rentan. Pemerintah daerah memastikan pendataan lanjutan terus dilakukan untuk percepatan perbaikan rumah.


Kunjungan yang berakhir sekitar pukul 08.40 WIB itu menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Malang untuk selalu hadir, tanggap, dan sigap dalam setiap penanganan bencana demi keselamatan serta kesejahteraan masyarakat. (Den) 

Bagikan:

Komentar