![]() |
| Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.(Dok/Istimewa). |
Menurut Lestari, meningkatnya jumlah pekerja anak membawa dampak serius bagi masa depan bangsa. Anak-anak berisiko kehilangan hak dasar untuk bersekolah, bermain, dan tumbuh di lingkungan yang aman.
“Anak merupakan masa depan bangsa. Ketika mereka harus bekerja, keselamatan dan tumbuh kembangnya kerap terancam,” ujar Lestari dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 mencatat proporsi pekerja anak mencapai 2,85 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 2,39 persen.
Tren kenaikan ini menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi nasional belum sepenuhnya diikuti perbaikan kesejahteraan rumah tangga. Kondisi ini terutama dirasakan keluarga dengan keterbatasan akses pendidikan dan pendapatan.
Lestari menilai data tersebut harus segera direspons dengan langkah yang tepat dan terukur. Upaya pencegahan pekerja anak, menurutnya, tidak bisa dilakukan secara parsial.
Perempuan yang akrab disapa Rerie itu menekankan pentingnya keterlibatan lintas sektor. Sektor pendidikan, ketenagakerjaan, dan perekonomian di tingkat pusat maupun daerah harus berjalan seiring.
Kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan dinilai menjadi kunci untuk melahirkan kebijakan yang efektif dalam melindungi anak-anak Indonesia.
Anggota Komisi X DPR RI tersebut berharap penghapusan pekerja anak dapat direalisasikan melalui komitmen bersama seluruh pihak, termasuk peran aktif masyarakat.
“Menyelamatkan anak dari eksploitasi berarti menyelamatkan masa depan bangsa,” tegas Rerie. (Red)


Komentar