|
Menu Close Menu

Menu MBG di Desa Pangeleyan Diduga Basi; Satgas Sebut Saos Terlalu Asam

Selasa, 03 Februari 2026 | 16.37 WIB

Foto: Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika.
BANGKALAN, lensajatim.id - Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan ke sejumlah sekolah di Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dilaporkan mengeluarkan aroma tak sedap.


Kondisi tersebut membuat sebagian siswa memilih tidak mengonsumsi makanan yang dibagikan.


Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika, membenarkan adanya laporan dari pihak sekolah. Menindaklanjuti hal itu, Satgas langsung melakukan kroscek ke dapur penyedia makanan.


“Hasil peninjauan kami, sebelum distribusi sudah dilakukan food test. Namun setelah disalurkan, beberapa sekolah melaporkan adanya bau menyengat dari dalam ompreng,” kata Bambang, Selasa (3/2/2026).


Menurut Bambang, setelah dilakukan pengecekan dan perbandingan antara makanan yang berada di sekolah dan yang masih ada di dapur, bau menyengat tersebut bukan berasal dari makanan basi.


“Saos yang digunakan terlalu asam karena banyak memakai bahan dengan karakter asam, seperti saos tomat, paprika, tomat segar, dan nanas. Bau dan rasa asam itu yang menimbulkan kesan tidak sedap,” ujarnya.


Selain saos, Satgas juga menemukan adanya sayur yang tercium kurang sedap. Hal itu disebabkan teknik pemotongan yang tidak tepat.


Sayur dipotong dengan teknik serut, sehingga tidak mampu mempertahankan kesegaran dan tampak layu. Bau sayur kemudian terkontaminasi oleh aroma asam dari saos,” imbuhnya.


Bambang menegaskan, dugaan makanan basi muncul akibat dominasi bau dan rasa asam dari saos asam manis yang digunakan.


“Setelah dicicipi, makanan tersebut tidak basi. Hanya saja rasa asamnya terlalu kuat. Sayur layu karena teknik pemotongan yang salah, dan bau yang tercium merupakan hasil kontaminasi aroma saos,” jelasnya.


Hal senada disampaikan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bangkalan Tanah Merah Pangeleyan, Fathur Rosi Ali. Ia memastikan makanan yang diproduksi dapurnya tidak basi.


“Saosnya memang terlalu kecut dan asam. Kebetulan menunya saos asam manis, jadi baunya menyengat seperti basi, tapi sebenarnya tidak,” katanya. Fathur juga memastikan tidak ada siswa yang mengalami gangguan kesehatan akibat kejadian tersebut.


“Tidak ada kejadian luar biasa (KLB) pada siswa. Kami sudah melakukan klarifikasi ke pihak sekolah dan permasalahan ini sudah clear,” pungkasnya. (Syaiful)

Bagikan:

Komentar