|
Menu Close Menu

Milad ke-79 HMI, Ali Hasan Tegaskan Khidmat Nyata untuk Indonesia Harus Terus Diperkuat

Kamis, 05 Februari 2026 | 07.51 WIB

 

Ali Hasan Mun'im dalam sebuah acara HMI.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Bondowoso – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) genap berusia 79 tahun pada 5 Februari 2026. Dengan mengusung tema “Khidmat HMI Untuk Indonesia,” momentum Dies Natalis ini menjadi refleksi panjang perjalanan organisasi mahasiswa Islam tertua tersebut dalam mengabdi kepada umat dan bangsa.


Selama hampir delapan dekade, HMI tidak hanya hadir sebagai organisasi kaderisasi, tetapi juga sebagai lokomotif perubahan sosial. Peran HMI tercatat dalam berbagai fase penting sejarah Indonesia, mulai dari perjuangan kemerdekaan, transisi demokrasi, hingga penguatan pembangunan sumber daya manusia.


Alumni HMI yang juga Tenaga Ahli DPR RI, Ali Hasan Mun’im, menyampaikan ucapan Milad HMI ke-79 dengan penuh harap agar semangat pengabdian terus dijaga oleh seluruh kader.


“Selamat Milad HMI ke-79. Yakin Usaha Sampai. HMI untuk Indonesia,” ucap Ali Hasan Mun’im, Kamis (05/02/2026).


Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI (BPP HIPKA) itu menuturkan, tema Khidmat HMI Untuk Indonesia sangat relevan dengan tantangan bangsa saat ini. Menurutnya, Indonesia membutuhkan kader muda yang tidak hanya kritis secara intelektual, tetapi juga solutif dan berintegritas.


“HMI harus terus menjadi ruang pembentukan kader yang seimbang antara keislaman, keindonesiaan, dan keilmuan. Khidmat itu bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.


Ia menambahkan, dalam konteks pembangunan nasional, kader HMI memiliki posisi strategis untuk berkontribusi di berbagai sektor, baik pemerintahan, ekonomi, pendidikan, maupun sosial kemasyarakatan. Kader HMI dituntut mampu membaca persoalan bangsa secara rasional dan menawarkan solusi yang berkelanjutan.


Wakil Ketua Komite Tetap Pembiayaan Fiskal Perumahan Kadin Indonesia, Ali Hasan Mun’im menilai HMI memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mendorong pembangunan yang berkeadilan, khususnya dalam isu kesejahteraan rakyat.


“Pengabdian HMI hari ini harus menjawab persoalan konkret, seperti ketimpangan ekonomi, akses pendidikan, dan perumahan rakyat. Di sinilah peran kader HMI untuk hadir dengan gagasan dan aksi yang konstruktif,” tegasnya.


Menurutnya, usia 79 tahun merupakan fase kedewasaan organisasi. HMI dituntut untuk terus menjaga independensi, konsistensi nilai, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri.


“Jika HMI mampu menjaga khidmatnya dengan kerja nyata dan konsisten, maka kontribusinya bagi Indonesia akan semakin relevan dan dirasakan lintas generasi,” pungkasnya.


Milad ke-79 HMI menjadi pengingat bahwa pengabdian adalah napas perjuangan. Dengan semangat Yakin Usaha Sampai, HMI diharapkan terus melahirkan kader-kader unggul yang siap mengabdi untuk umat dan Indonesia. (Red) 

Bagikan:

Komentar