|
Menu Close Menu

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-58 di Madiun, Jaga Stabilitas Harga dan Bantu Warga Jelang Lebaran

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00.05 WIB

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menggelar kegiatan Pasar Murah di Kabupaten Madiun.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Madiun — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar Pasar Murah ke-58 di Lapangan Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau menjelang Hari Raya Idulfitri.


Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Komoditas yang disediakan antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per pack, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.


Selain itu, tersedia pula gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per pack.


Khofifah mengatakan, pasar murah menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mendekatkan akses kebutuhan pangan kepada masyarakat.


“Pasar murah ini merupakan bagian dari program stabilisasi harga sekaligus upaya mendekatkan kebutuhan bahan pokok kepada masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri,” ujar Khofifah.


Ia menjelaskan bahwa harga komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga yang beredar di pasaran. Kondisi tersebut diharapkan mampu membantu meringankan beban masyarakat, terutama saat kebutuhan rumah tangga meningkat menjelang Lebaran.


“Telur di luar sekitar Rp30 ribu, di sini dijual Rp22 ribu. Ayam yang biasanya Rp42 ribu, di pasar murah ini dijual Rp30 ribu. Tentu ini sangat membantu masyarakat,” katanya.


Khofifah juga memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok menjelang Idulfitri. Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memantau distribusi serta ketersediaan pasokan agar kebutuhan masyarakat tetap tercukupi.


Ia menambahkan, beberapa komoditas yang selama ini berkontribusi terhadap inflasi di Jawa Timur antara lain cabai rawit, ayam ras, dan telur ayam ras. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan berbagai langkah intervensi untuk menjaga harga tetap terkendali dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).


“Salah satu upaya pengendalian inflasi dilakukan melalui kegiatan seperti pasar murah,” jelasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat. Bantuan berupa beras diberikan kepada para lanjut usia, sementara telur dibagikan kepada ibu hamil dan anak-anak sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi keluarga.


Tak hanya itu, Khofifah juga memborong sejumlah produk dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ikut meramaikan pasar murah. Produk-produk tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi lokal.


Salah satu warga, Siti, yang bekerja sebagai buruh pabrik rokok mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan pasar murah tersebut.


“Terima kasih sudah diadakan pasar murah, sangat membantu masyarakat, apalagi menjelang Lebaran kebutuhan semakin banyak,” ujarnya.


Hal senada disampaikan warga lainnya, Ana, yang mengaku bersyukur dapat memperoleh bantuan beras sekaligus membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.


“Terima kasih Ibu Gubernur, warga sangat terbantu dengan adanya sembako gratis dan pasar murah ini,” katanya. (Red) 

Bagikan:

Komentar