|
Menu Close Menu

Ngabuburit Kreatif di Surabaya: RLD dan EXCOTEL Ajak UMKM Belajar Bikin Chunky Bag

Senin, 09 Maret 2026 | 00.16 WIB

Kegiatan Chunky Bag Workshop bersama pelaku UMKM kolaborasi Rumah Literasi Digital (RLD)  dengan EXCOTEL Surabaya. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Suasana ngabuburit di Surabaya dimanfaatkan secara kreatif oleh Rumah Literasi Digital (RLD) dengan menggelar Chunky Bag Workshop bersama pelaku UMKM. Kegiatan yang berkolaborasi dengan EXCOTEL Surabaya ini berlangsung pada Minggu (8/3/2026).


Workshop tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk belajar membuat produk tas rajut atau chunky bag yang berpotensi menjadi produk baru bernilai ekonomi.


Melalui kegiatan ini, RLD ingin mendorong kreativitas pelaku UMKM sekaligus membuka peluang usaha baru yang dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.


Pemateri workshop, Nadia Putri Nilamsari, menjelaskan bahwa pembuatan tas rajut dilakukan secara manual menggunakan benang dan tangan. Teknik yang digunakan adalah teknik knitting tanpa bantuan alat khusus.


Menurut Nadia, proses awal merajut memang cukup menantang karena peserta harus menyesuaikan bentuk dan arah putaran benang agar menghasilkan bentuk yang rapi.


“Di awal memang terasa sulit karena harus menyesuaikan bentuknya. Kalau salah putaran, bentuknya bisa berubah,” ujarnya.


Namun setelah memahami teknik dasar, proses merajut menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Dalam praktiknya, peserta dapat menyelesaikan satu karya rajut kecil dalam waktu sekitar satu hingga dua jam.


Pada kegiatan tersebut, Nadia bersama beberapa rekannya bahkan berhasil membuat empat boneka rajut dalam satu hari sebagai contoh hasil karya.


Ia menilai kerajinan rajut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kegiatan kreatif sekaligus peluang usaha.


Menurutnya, aktivitas merajut juga cocok dilakukan oleh berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga hingga anak muda yang ingin menyalurkan kreativitas.


“Kerajinan rajut tidak hanya sekadar hobi, tetapi juga bisa menjadi produk yang memiliki nilai jual,” jelasnya.


Ke depan, Nadia berencana membuka kelas merajut di berbagai tempat seperti sekolah, komunitas, hingga perkantoran agar semakin banyak masyarakat yang tertarik mempelajari kerajinan tersebut.


Sementara itu, Marketing Communications EXCOTEL Surabaya, Pinky Monica, menyampaikan pihaknya sangat mendukung kegiatan workshop yang melibatkan pelaku UMKM tersebut.


Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi langkah positif untuk mendorong perkembangan UMKM sekaligus menghadirkan kegiatan kreatif bagi masyarakat.


“Selain bisa berkolaborasi dengan pelaku UMKM untuk maju bersama, kemajuan UMKM juga mampu menggerakkan perekonomian daerah. Kami senang kegiatan ini juga ikut meramaikan event di EXCOTEL,” ujarnya.


Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM semakin terinspirasi untuk menciptakan produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperluas peluang usaha di tengah perkembangan industri kreatif. (Had) 

Bagikan:

Komentar