|
Menu Close Menu

PPSDS Sebut Harga Daging Sapi di Jatim Masih Tinggi Pascalebaran

Selasa, 31 Maret 2026 | 17.19 WIB


Lensajatim.id, SurabayaHarga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Jawa Timur masih bertahan tinggi pasca-Idulfitri 2026. Kondisi ini dinilai sebagai sinyal terbatasnya stok sapi siap potong di tingkat hulu.


Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar Jawa Timur (PPSDS Jatim), Muthowif, menyebut harga daging sapi segar grade atas di pasaran saat ini mencapai sekitar Rp150.000 per kilogram. Sementara untuk grade menengah berada di kisaran Rp135.000 hingga Rp140.000 per kilogram.


Menurutnya, harga tersebut tergolong masih tinggi untuk periode setelah Lebaran. “Biasanya empat sampai lima hari setelah Idulfitri, harga sudah kembali normal seperti sebelum Lebaran. Namun saat ini masih bertahan tinggi,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).


Ia menjelaskan, tingginya harga daging tidak lepas dari kenaikan harga sapi hidup di tingkat peternak. Saat ini, harga sapi hidup disebut mengalami kenaikan sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor. Adapun sapi jenis Brahman Cross (BX) impor yang masuk ke Surabaya tercatat berada di kisaran Rp60.000 per kilogram bobot hidup.


“Harga daging segar di pasar sangat bergantung pada harga sapi hidup. Jika harga sapi masih tinggi seperti menjelang Lebaran, maka pedagang akan menyesuaikan harga jualnya,” jelasnya.


Lebih lanjut, Muthowif menuturkan bahwa ketersediaan sapi siap potong sangat dipengaruhi oleh pasokan dari daerah sentra peternakan di Jawa Timur, seperti Probolinggo, Malang, Tuban, dan Lumajang.


“Pasokan sapi siap potong sangat bergantung pada daerah-daerah tersebut. Jika pasokan terbatas, maka berdampak langsung pada harga di pasar,” katanya.


Meski demikian, pihaknya tetap optimistis kondisi ini dapat diantisipasi melalui langkah-langkah strategis. Ia berharap pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, dapat mengambil kebijakan taktis untuk menjaga ketersediaan stok sapi potong menjelang Iduladha yang diperkirakan berlangsung dalam tiga bulan ke depan.


“Kami berharap ada langkah konkret untuk meminimalisir potensi kelangkaan stok sapi potong, sehingga harga tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat,” pungkasnya. (Had) 

Bagikan:

Komentar