|
Menu Close Menu

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Jiddan Ajak Warga Rawat Nusantara Lewat Peran Sederhana

Kamis, 12 Maret 2026 | 16.01 WIB

Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Thoriq Majiddanor, S.E., S.H., M.HP., saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Gresik – Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Thoriq Majiddanor, S.E., S.H., M.HP., kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Kamis (12/3/2026). Berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang menyasar kalangan pemuda, kali ini sosialisasi ditujukan kepada masyarakat akar rumput seperti pekerja informal dan ibu rumah tangga.


Sebanyak sekitar 150 peserta menghadiri kegiatan tersebut, terdiri dari pedagang pasar, buruh harian, pengrajin rumahan, hingga ibu-ibu rumah tangga. Mengusung tema “Nusantara di Tangan Kita”, kegiatan ini menekankan bahwa menjaga keutuhan bangsa dapat dimulai dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.


Dalam penyampaiannya, Thoriq Majiddanor yang akrab disapa Jiddan menegaskan bahwa kontribusi menjaga bangsa tidak selalu harus melalui langkah besar. Menurutnya, peran kecil yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat justru menjadi fondasi kuat bagi tegaknya negara.


“Ibu-ibu yang setiap hari memasak untuk keluarganya, bapak-bapak yang berangkat kerja sejak dini hari demi menghidupi anak-anaknya—mereka semua adalah penjaga bangsa. Kontribusi kecil sehari-hari bukan hal sepele, justru itulah fondasi nyata sebuah negara yang berdiri tegak,” ujar Jiddan.


Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami peserta. Jiddan juga mengaitkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan—yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika—dengan contoh kehidupan sehari-hari yang dekat dengan masyarakat.


Ia menjelaskan bahwa tindakan sederhana seperti pedagang yang jujur dalam menimbang barang dagangan, orang tua yang mengajarkan toleransi kepada anak, hingga pekerja yang saling menjaga keselamatan rekan kerja merupakan wujud nyata pengamalan nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.


Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Pada sesi tanya jawab, seorang ibu rumah tangga dari Kelurahan Randuagung mengajukan pertanyaan yang memancing perhatian peserta.


“Kalau kami sudah capek kerja seharian, apa masih bisa dibilang cinta negara?” tanyanya polos, yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan para peserta.


Menanggapi hal itu, Jiddan menjelaskan bahwa bekerja dengan jujur dan penuh tanggung jawab merupakan salah satu bentuk kecintaan kepada bangsa.


“Kerja keras yang halal dan jujur adalah bentuk cinta negara yang paling murni,” ujarnya.


Kegiatan di Kecamatan Kebomas ini menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi yang digelar Jiddan pada hari yang sama di Kabupaten Gresik. Sebelumnya, pada pagi hari ia juga menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar kepada generasi muda di Kecamatan Manyar.


Dengan demikian, total sekitar 300 warga dari dua kecamatan terlibat dalam kegiatan sosialisasi pada Kamis tersebut. Momentum ini dinilai penting mengingat Gresik merupakan daerah dengan keragaman sosial yang tinggi, mulai dari kawasan industri, komunitas nelayan, hingga lingkungan pesantren.


Menutup kegiatan, Jiddan mengajak seluruh peserta untuk tidak meremehkan peran mereka sebagai warga negara.


“Nusantara bukan hanya milik para pemimpin di Jakarta. Nusantara ada di tangan setiap orang yang bangun pagi, bekerja keras, dan menjaga kerukunan di lingkungannya. Nusantara benar-benar ada di tangan kita,” pungkasnya, disambut tepuk tangan meriah para peserta. (Had) 

Bagikan:

Komentar