![]() |
| Penanaman pohon oleh HKTI, TNI dan Ulama di Lingkungan Pondok Pesantren di Lumajang.(Dok/Istimewa). |
Kegiatan bertajuk “Spirit Ramadhan” tersebut menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas pesantren.
Hadir dalam kegiatan itu Ketua DPC HKTI Lumajang Jamal, Kasdim 0821 Lumajang Mayor Inf Tanuri, serta Pengasuh Ponpes Kyai Syarifuddin KH. Sulahak Syarif. Sejumlah tokoh daerah dan ratusan santri juga turut menyaksikan dan terlibat dalam penanaman pohon.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai bibit pohon hortikultura ditanam di area pesantren, di antaranya matoa, kelengkeng, rambutan, alpukat, hingga pulen. Selain tanaman produktif, pohon tabebuya juga ditanam untuk menambah nilai estetika lingkungan pesantren.
Ketua DPC HKTI Lumajang, Jamal, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan edukasi kepada para santri mengenai pentingnya sektor pertanian.
Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi muda yang mampu mengembangkan sektor agraris.
“Sebagai alumni, saya ingin menunjukkan bahwa pesantren juga bisa menjadi inkubator pemimpin di berbagai bidang. Penanaman pohon ini adalah investasi jangka panjang agar santri memiliki wawasan pertanian praktis yang bernilai ekonomi,” ujar Jamal.
Ia berharap para santri kelak dapat berperan sebagai penggerak ekonomi desa melalui sektor pertanian setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.
Sementara itu, Kasdim 0821 Lumajang Mayor Inf Tanuri menilai kegiatan penghijauan tersebut sejalan dengan upaya menjaga ketahanan lingkungan yang juga menjadi bagian dari pertahanan negara.
“Pohon yang kita tanam hari ini akan menjadi penyedia oksigen dan penjaga sumber air bagi generasi mendatang. Sinergi antara TNI, HKTI, dan pesantren merupakan bentuk kebersamaan dalam menjaga kedaulatan lingkungan,” kata Tanuri.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tanfidziyah PCNU Lumajang Dr. KH. Muhammad Darwis, M.Pd.I, menyampaikan tausyiah Ramadan yang menekankan pentingnya menanam pohon sebagai amal jariyah.
Menurutnya, pesantren tidak hanya mencetak ulama, tetapi juga dapat melahirkan generasi yang berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian.
“Menanam pohon adalah sedekah jariyah. Pesantren hari ini tidak hanya melahirkan ilmuwan agama, tetapi juga harus mampu melahirkan petani-petani hebat yang menjaga kedaulatan pangan bangsa,” ujarnya.
Selain kegiatan penghijauan, acara juga diisi dengan santunan kepada puluhan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama yang dihadiri ratusan santri, pengurus organisasi, serta para tokoh masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. (Red)


Komentar