|
Menu Close Menu

Zakat Rp16 Miliar dari Yayasan Cheng Hoo Disalurkan ke 32 Ribu Warga, Ning Lia Dorong Jadi Modal Usaha

Kamis, 05 Maret 2026 | 21.42 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat hadir dalam acara penyaluran zakat Ramadhan 1447 Hijriah di Yayasan Muhammad Cheng Hoo Indonesia Surabaya. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Yayasan Muhammad Cheng Hoo Indonesia Surabaya kembali menyalurkan zakat Ramadan 1447 Hijriah kepada puluhan ribu warga kurang mampu. Total bantuan yang disalurkan tahun ini mencapai sekitar Rp16 miliar dengan jumlah penerima sekitar 32 ribu orang.


Penyaluran zakat tersebut digelar di kawasan Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya, Rabu (4/3/2026), dan dihadiri sejumlah tokoh. Di antaranya Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Haji Bambang Sujanto, Sekretaris Yayasan Bakti Persatuan Loddy Gunadi, Wali Kota Eri Cahyadi, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya Ye Su, Anggota DPD RI Lia Istifhama, serta Anggota DPR RI Indah Kurnia.


Selain zakat mal, kegiatan tersebut juga menyalurkan berbagai bantuan lainnya. Di antaranya 3.000 paket zakat fitrah, 500 bingkisan dari Yayasan Bakti Persatuan, serta 400 paket bantuan dari Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok bagi masyarakat yang membutuhkan.


Anggota DPD RI Lia Istifhama mengapresiasi langkah Yayasan Cheng Hoo yang dinilai berhasil menggerakkan para dermawan untuk menyalurkan zakat dalam jumlah besar. Menurutnya, zakat mal senilai Rp16 miliar tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang terus terjaga dari tahun ke tahun.


“Zakat mal sebesar Rp16 miliar yang dimotori Yayasan Muhammad Cheng Hoo merupakan bentuk kepedulian yang selama ini terus berjalan dan semakin berkembang. Kita berharap kegiatan ini terus terjaga dan berlangsung setiap tahun,” ujar Ning Lia.


Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu juga mengungkapkan kedekatannya dengan yayasan tersebut. Ia mengaku pernah menjadi bagian dari keluarga besar Cheng Hoo ketika bekerja sebagai sekretaris yayasan.


“Saya bangga pernah menjadi bagian dari keluarga besar di sini. Saya pernah bekerja di Yayasan Cheng Hoo sebagai sekretaris yayasan dan merasakan langsung bagaimana kedisiplinan serta profesionalitas kerja diajarkan, meskipun ini adalah yayasan sosial,” tuturnya.


Lebih lanjut, Lia berharap bantuan yang diterima masyarakat tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha produktif.


“Dengan jumlah penerima sekitar 32 ribu orang, tentu bantuan ini sangat signifikan dalam membantu ekonomi kerakyatan. Harapannya, bantuan tersebut tidak hanya digunakan untuk konsumsi, tetapi juga dapat menjadi modal usaha bagi penerima,” jelasnya.


Ia juga menilai kegiatan tersebut menjadi contoh nyata harmoni dan keberagaman. Menurutnya, banyak donatur yang berasal dari latar belakang berbeda namun memiliki semangat yang sama untuk membantu masyarakat.


Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turut menyampaikan apresiasinya atas kegiatan sosial tersebut. Ia menilai penyaluran zakat kepada masyarakat yang membutuhkan menjadi wujud nyata kepedulian dan semangat gotong royong di Kota Pahlawan.


“Saya sangat bangga dengan bantuan dari Masjid Cheng Hoo. Di Surabaya ini bukan hanya saya yang menjadi wali kota, tetapi juga Pak Bambang dan teman-teman Yayasan Cheng Hoo yang turut membantu masyarakat,” ujarnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar