|
Menu Close Menu

Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong Sinergi Filantropi dan CSR di Jawa Timur

Sabtu, 18 April 2026 | 12.22 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menerima audiensi dari Komisi PDUF MUI Jawa Timur di Kantor DPD RI Perwakilan Jawa Timur di Surabaya.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya – Upaya memperkuat tata kelola dana umat terus didorong melalui berbagai inisiatif strategis. Salah satunya mengemuka dalam audiensi Komisi PDUF MUI Jawa Timur bersama Anggota DPD RI Lia Istifhama yang digelar di Kantor DPD RI Perwakilan Jawa Timur, Surabaya, Jumat (17/4).


Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam membahas pembentukan PDUF sebagai wadah terpadu pengelolaan dana filantropi umat, mulai dari zakat, wakaf, infak, sedekah, fidyah hingga kifarah. Kehadiran PDUF diharapkan mampu menghadirkan sistem yang lebih terintegrasi, sehingga pengelolaan dana umat tidak berjalan secara parsial, melainkan terkoordinasi, transparan, dan tepat sasaran.


Dalam diskusi tersebut, mengemuka pentingnya peran strategis PDUF dalam menjawab tantangan klasik pengelolaan dana umat, seperti fragmentasi lembaga dan belum optimalnya distribusi manfaat. Dengan pendekatan terintegrasi, dana yang terkumpul diharapkan dapat disalurkan lebih merata, dikelola secara profesional dan akuntabel, serta memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.


PDUF tidak hanya diposisikan sebagai lembaga pengelola, tetapi juga sebagai penggerak program sosial yang berbasis kebutuhan riil masyarakat.


Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menekankan bahwa keberhasilan PDUF sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Ia mendorong sinergi antara lembaga filantropi dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) agar manfaat yang dihasilkan semakin luas dan berkelanjutan.


“Kalau kita hanya bergantung pada program DPD saja tentu ada keterbatasan. Karena itu, kolaborasi, termasuk dengan CSR, menjadi penting agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan bahwa orientasi utama pengelolaan dana umat harus berfokus pada kemaslahatan, bukan sekadar aspek administratif. Program yang dijalankan, kata Lia, harus mampu menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.


“Saya lebih menekankan pada program yang benar-benar dirasakan masyarakat. Ke depan perlu sosialisasi yang masif agar keberadaan LPDU bisa dipahami dan dimanfaatkan secara optimal,” tambahnya.


Sebagai langkah penguatan ke depan, terdapat sejumlah arah pengembangan yang didorong, di antaranya edukasi publik mengenai pentingnya pengelolaan dana umat secara terintegrasi, penguatan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha melalui CSR, serta komunitas sosial, hingga fokus pada program-program yang berdampak langsung seperti pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, dan bantuan sosial berbasis kebutuhan.


Audiensi PDUF di Surabaya ini menjadi langkah awal menuju sistem pengelolaan dana umat yang lebih modern dan berdampak luas. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Lia Istifhama, PDUF diharapkan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan umat berbasis filantropi yang transparan, kolaboratif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama. (Red) 

Bagikan:

Komentar