|
Menu Close Menu

Gubernur Khofifah Koordinatori PPIH Embarkasi Surabaya 2026, Siap Pastikan Layanan Haji Prima

Jumat, 17 April 2026 | 21.52 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat dilantik jadi Koordinator Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. (Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa resmi dilantik sebagai Koordinator Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pelantikan dilakukan oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf di Gedung Musdalifah, Asrama Haji Surabaya, Jumat (17/4).


Sebanyak 23 petugas PPIH Embarkasi Surabaya turut dilantik dalam kesempatan tersebut. Mereka diamanahi untuk memberikan pembinaan, pelayanan, serta perlindungan bagi jamaah haji agar dapat menunaikan ibadah secara optimal sesuai syariat.


Dalam keterangannya, Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa Embarkasi Surabaya tahun ini akan melayani total 44.087 orang, terdiri dari 43.623 jamaah dan 464 petugas kloter yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).


Rinciannya, jamaah berasal dari Jawa Timur sebanyak 42.409 orang, Bali 698 orang, serta Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 516 orang. Kloter pertama dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 21 April 2026 dari Kabupaten Probolinggo, sementara kloter terakhir akan diberangkatkan pada 20 Mei 2026 dari Kabupaten Nganjuk, Kabupaten/Kota Kediri, dan Kota Surabaya.


Menurut Khofifah, besarnya jumlah jamaah tersebut mencerminkan tanggung jawab besar yang diemban PPIH Embarkasi Surabaya sebagai bagian dari pelayanan nasional, mengingat jamaah yang dilayani tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi juga dari provinsi lain.


Ia menekankan pentingnya pelayanan yang profesional, humanis, dan penuh dedikasi agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.


“Pelayanan terbaik adalah cerminan kualitas penyelenggaraan haji. Karena itu, seluruh petugas harus bekerja dengan niat pengabdian dan memberikan dedikasi maksimal,” ujarnya.


Khofifah juga menggarisbawahi pentingnya sinergi lintas sektor dalam penyelenggaraan haji, mulai dari aspek transportasi, kesehatan, hingga keamanan. Koordinasi yang kuat dinilai menjadi kunci agar seluruh rangkaian proses berjalan tertib, lancar, dan responsif terhadap dinamika di lapangan.


Selain itu, ia mendorong seluruh petugas untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan, mampu beradaptasi dengan kondisi, serta sigap dalam mengambil keputusan.


Usai pelantikan, Gubernur Khofifah bersama Menteri Haji dan Umrah RI meninjau langsung kesiapan konsumsi bagi jamaah melalui uji kelayakan makanan (meal test) untuk penerbangan. Hasilnya, menu disiapkan dengan memperhatikan preferensi jamaah, termasuk pilihan makanan yang tidak pedas dengan penyajian bumbu secara terpisah.


Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, memastikan seluruh persiapan penyelenggaraan haji berjalan optimal, termasuk kelengkapan dokumen jamaah.


“Seluruh visa jamaah haji sudah terbit. Ini menunjukkan kesiapan yang matang untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah,” ungkapnya.


Ia menambahkan, tahun ini pemerintah juga memberikan perhatian khusus dengan menambah kuota bagi jamaah lansia, penyandang disabilitas, serta jamaah perempuan yang jumlahnya mencapai sekitar 54 persen dari total jamaah.


Dengan mayoritas jamaah berlatar belakang pendidikan dasar dan banyak di antaranya ibu rumah tangga, Irfan menekankan pentingnya pendekatan pelayanan yang lebih humanis dan komunikatif.


“Petugas harus hadir dengan semangat yang sama, memastikan jamaah berangkat dengan aman, tenang, dan terlayani dengan baik,” tegasnya.


Melalui kesiapan yang matang dan kolaborasi yang solid, penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi Surabaya 2026 diharapkan berjalan lancar serta memberikan pengalaman ibadah yang khusyuk dan berkesan bagi seluruh jamaah. (Red) 

Bagikan:

Komentar