|
Menu Close Menu

Gus Salam Dinilai Representasi Kiai Muda Progresif Menuju PBNU

Jumat, 17 April 2026 | 21.23 WIB

Ramadhan Isa, Koordinator Nasional Poros Muda NU. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya – Dinamika menuju Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 mulai menghangat. Salah satu figur muda NU, Abdussalam Sohib atau yang akrab disapa Gus Salam, menyatakan kesiapan maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada forum halal bihalal IKA PMII Jombang, belum lama ini.


Kesiapan tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk Koordinator Nasional Poros Muda NU, Ramadhan Isa. Ia menilai langkah terbuka yang diambil Gus Salam menjadi contoh keberanian kader NU dalam mengambil peran strategis di tubuh organisasi.


“Kami mengapresiasi sikap Gus Salam yang secara terbuka menyatakan kesiapan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Ini menjadi contoh positif bahwa kader harus berani tampil dan mengemban amanah. Sudah bukan saatnya lagi bersikap ragu,” ujar pria yang akrab disapa Dhani itu, Jumat (17/4/2026).


Menurut Dhani, Gus Salam merupakan representasi kiai muda progresif yang dibutuhkan NU dalam menghadapi tantangan abad kedua. Selain memiliki kapasitas keilmuan, ia juga dinilai memiliki pengalaman organisasi yang kuat.


Rekam jejak tersebut, lanjutnya, terlihat saat Gus Salam menjabat sebagai Wakil Ketua PWNU Jawa Timur. Dalam posisi itu, ia dinilai mampu menjadi motor penggerak organisasi dan berkontribusi signifikan dalam mendukung kepemimpinan Marzuki Mustamar saat itu.


“Ikhtiar Gus Salam yang disampaikan di forum Halal Bihalal IKA PMII Jombang juga memiliki makna simbolik. Itu menunjukkan bahwa beliau adalah sosok penggerak yang lahir dari tradisi kaderisasi,” tambah alumni PMII Ciputat tersebut.


Lebih jauh, Dhani menyebut Gus Salam sebagai figur yang memiliki paket lengkap. Selain sebagai pengasuh ribuan santri di Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, ia juga dikenal luas di kalangan masyarakat dan media.


Berdasarkan rekam jejaknya, Gus Salam pernah dinobatkan sebagai Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif oleh Forum Komunikasi Jurnalis Nahdliyin pada 2021. Pengakuan tersebut memperkuat posisinya sebagai figur muda yang memiliki pengaruh dan kedekatan dengan publik, terutama di era keterbukaan informasi.


“Nasab dan sanad keilmuan beliau jelas, kapasitasnya juga teruji. Di era digital seperti sekarang, figur yang terbuka dan komunikatif menjadi sangat penting. Secara moral, Poros Muda NU mendukung ikhtiar Gus Salam maju sebagai calon Ketua Umum PBNU,” tegasnya.


Munculnya nama Gus Salam menambah warna dalam kontestasi menuju Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang. Dukungan dari kalangan muda diharapkan mampu menjadi energi baru bagi NU dalam melanjutkan kiprahnya sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia. (Red) 

Bagikan:

Komentar