|
Menu Close Menu

Halal Bihalal dan Haul Syaikhona Kholil Digelar Khidmat di MWCNU Pragaan

Minggu, 12 April 2026 | 09.41 WIB

Halal Bihalal di MWCNU Kecamatan Pragaan Sumenep.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Sumenep — Kegiatan Halal Bihalal dan Haul Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Latif yang diselenggarakan oleh MWCNU Pragaan berlangsung dengan penuh khidmat dan kekhusyukan, Sabtu (11/04/2026), bertempat di Kantor MWCNU Pragaan Lantai II.


Acara ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Pragaan, badan otonom (Banom) NU, serta lembaga-lembaga di bawah naungan MWCNU Pragaan. Kehadiran berbagai unsur tersebut menambah kekuatan silaturahmi dan kekompakan jam’iyah Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan.


Sebelum pembukaan, rangkaian acara diawali dengan pembacaan Rotib Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Latif oleh KH. Fathorrahman, yang semakin menambah suasana religius dan kekhusyukan para jamaah.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh Katib MWCNU Pragaan, K. Hasbullah Marzuq. Suasana semakin syahdu dengan pembacaan Barzanji oleh K. Moh. Mufti, yang mengajak jamaah untuk lebih mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW melalui lantunan shalawat.


Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua MWCNU Pragaan, K. Hambali Mahtum. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga tradisi keagamaan sebagai bentuk kecintaan kepada ulama dan warisan Ahlussunnah wal Jamaah.


Sambutan juga disampaikan oleh Rois MWCNU Pragaan, KH. A. Warits Anwar, yang menekankan pentingnya saling memaafkan dalam momentum Halal Bihalal. Ia juga menyampaikan bahwa perbedaan di tubuh Nahdlatul Ulama merupakan hal yang biasa, sehingga menjaga ukhuwah Islamiah menjadi sangat penting demi keutuhan dan kekuatan jam’iyah.


Puncak acara diisi dengan pembacaan manaqib Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Latif oleh KH. Zainurrahman Hammam selaku Wakil Rois PCNU Sumenep. Pembacaan manaqib ini menjadi momen reflektif bagi para jamaah untuk mengenang keteladanan, keilmuan, serta perjuangan besar beliau dalam dunia dakwah.


Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca Hari Raya, tetapi juga sebagai sarana memperkuat kecintaan kepada para ulama serta meneguhkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan semangat meneladani para ulama terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga tradisi dan keutuhan umat. (MQ)

Bagikan:

Komentar