|
Menu Close Menu

Haul Muassis ke-5 Ponpes Nurur Rahmah, KHR. Achmad Azaim Ibrahimi Tekankan Pentingnya Menjaga Sanad Keilmuan, H. Her Berbagi Kebahagiaan

Selasa, 07 April 2026 | 10.29 WIB

Kegiatan Haul Muassis ke-5 Pondok Pesantren Nurur Rahmah Batujaran, Pragaan Daya, Sumenep.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Sumenep — Pondok Pesantren Nurur Rahmah Batujaran, Pragaan Daya, menggelar Haul Muassis ke-5 pada Ahad malam (5/4/2026) dengan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan. Ribuan jamaah yang terdiri dari santri, alumni, masyarakat, serta para tokoh agama tampak memadati lokasi acara sejak ba’da Isya’.


Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama untuk para muassis (pendiri) pesantren. Lantunan doa yang dipanjatkan bersama menjadi bentuk tawassul dan penghormatan atas jasa para ulama yang telah merintis serta mengembangkan Pondok Pesantren Nurur Rahmah.


Memasuki acara inti, tausiyah disampaikan oleh KHR. Achmad Azaim Ibrahimi, pengasuh PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Dalam mauidhah hasanah-nya, beliau mengajak jamaah untuk menjadikan haul sebagai momentum memperkuat ikatan sanad keilmuan dan melanjutkan perjuangan para ulama.


“Haul bukan sekadar mengenang, tetapi menyambung sanad perjuangan. Apa yang telah dirintis para muassis hendaknya kita jaga dengan ilmu, akhlak, dan istiqamah,” tuturnya.


Beliau juga menekankan pentingnya peran pesantren sebagai pusat pendidikan Islam yang tidak hanya mencetak generasi berilmu, tetapi juga berakhlakul karimah. Dalam konteks kekinian, ia mengajak umat untuk tetap menjaga persatuan serta mempererat hubungan antara ulama dan masyarakat.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut H. Khairul Umam (H. Her), pimpinan PT Bawang Mas Grup. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa hormatnya kepada para ulama serta apresiasinya terhadap eksistensi pesantren dalam membina generasi muda.


Ia juga mengaku memiliki kedekatan sebagai santri, serta menyampaikan bahwa Pengasuh Nurur Rahmah merupakan sosok ahli tirakat yang memiliki kepekaan batin yang mendalam. Menurutnya, bimbingan guru memiliki peran besar dalam perjalanan hidup seseorang.


Sebagai penegasan, ia menyampaikan ungkapan dalam bahasa Madura: “Mon terro suksesah patoat ka gurunah so oreng toanah,” yang mengandung makna pentingnya ketaatan kepada guru dan orang tua sebagai kunci keberkahan hidup.


Di penghujung acara, H. Her turut berbagi kebahagiaan dengan para jamaah melalui pemberian sedekah. Diperkirakan sekitar 3.000 jamaah yang hadir, masing-masing menerima bantuan sebesar Rp50.000. Aksi ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus bentuk rasa syukur atas terselenggaranya haul dengan lancar.


Kegiatan haul ini tidak hanya menjadi sarana mengenang jasa para muassis, tetapi juga mempererat tali silaturahmi serta meneguhkan kembali komitmen dalam menjaga tradisi keilmuan dan akhlak pesantren.


Semoga nilai-nilai perjuangan para ulama senantiasa hidup dan menjadi penerang bagi generasi mendatang. (MQ)

Bagikan:

Komentar