![]() |
| Proses produksi film oleh Pramuka Jatim.(Dok/Istimewa). |
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan media sosial, Pramuka Jawa Timur melihat pentingnya menghadirkan ruang ekspresi yang mampu menghubungkan kreativitas generasi muda dengan nilai kepedulian sosial. Melalui program ini, anggota Pramuka didorong tidak hanya menjadi penonton perkembangan zaman, tetapi juga menjadi kreator yang menghasilkan karya bermakna bagi masyarakat.
Program ini difokuskan pada produksi konten visual yang mengangkat berbagai isu strategis, mulai dari kesehatan masyarakat, pelestarian lingkungan, literasi pendidikan, hingga penguatan karakter generasi muda. Dengan pendekatan tersebut, Pramuka diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan yang menyampaikan pesan positif secara lebih menarik dan mudah dipahami.
Wakil Ketua I Bidang Satuan Karya dan Pramuka Produktif Kwarda Jatim, A. Basuki Babussalam menegaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada hasil akhir berupa film, tetapi juga menitikberatkan pada proses pembelajaran yang menyeluruh.
“Program ini kami rancang sebagai sarana pembelajaran yang utuh. Peserta tidak hanya belajar membuat film, tetapi juga belajar berpikir kritis, berkolaborasi, serta memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial di sekitarnya,” ujarnya, Jumat (17/04/2026).
Ia menjelaskan, peserta akan mendapatkan pengalaman langsung dalam seluruh tahapan produksi film, mulai dari pengembangan ide, penulisan naskah, penyusunan storyboard, teknik pengambilan gambar, hingga proses editing dan publikasi.
Menurutnya, kemampuan komunikasi visual menjadi salah satu keterampilan penting di era digital. Karena itu, anggota Pramuka didorong untuk mampu menyampaikan pesan secara efektif, kreatif, dan bertanggung jawab.
Implementasi program ini akan melibatkan seluruh tingkatan dalam Gerakan Pramuka di Jawa Timur, mulai dari Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, Kwartir Ranting, hingga Gugus Depan. Sinergi lintas struktur organisasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan program sekaligus memastikan pemerataan kesempatan bagi anggota di berbagai daerah.
Selain itu, program ini juga didukung kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, institusi pendidikan, komunitas kreatif, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperluas distribusi karya.
Sebagai bagian dari penguatan kebijakan, program ini akan masuk dalam agenda strategis Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kwarda Jawa Timur. Forum tersebut akan dimanfaatkan untuk mematangkan konsep, menyusun strategi pelaksanaan, serta merumuskan mekanisme pembinaan dan evaluasi secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, program ini membuka beberapa kategori karya, di antaranya film pendek berdurasi 5–30 menit, iklan layanan masyarakat berdurasi 2–3 menit, serta video blog (vlog) berdurasi 20–60 detik. Ragam kategori ini memberikan ruang fleksibel bagi peserta untuk menyalurkan ide dan kreativitasnya.
Menariknya, karya-karya terbaik tidak hanya akan diapresiasi di tingkat daerah, tetapi juga berpeluang dipublikasikan secara luas melalui berbagai platform digital. Hal ini diharapkan dapat memperkuat peran Pramuka sebagai agen kampanye sosial yang efektif di tengah masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi bukti transformasi Gerakan Pramuka dalam menjawab tantangan zaman. Tidak lagi hanya identik dengan kegiatan alam terbuka, Pramuka kini semakin adaptif dengan mengintegrasikan teknologi digital dalam proses pembinaan generasi muda.
Lebih dari itu, program ini juga memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui proses kreatif yang dijalani, peserta akan belajar tentang tanggung jawab, kerja sama tim, kepemimpinan, serta empati terhadap lingkungan sosial.
Ke depan, program Pramuka Produktif Film Pendek Layanan Masyarakat diharapkan mampu melahirkan karya-karya berkualitas yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga memiliki pesan yang mampu menginspirasi perubahan positif di tengah masyarakat.
Melalui semangat inovasi dan kolaborasi, Pramuka Jawa Timur terus menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi yang relevan, adaptif, serta berperan aktif dalam membina generasi muda yang kreatif, produktif, dan berdaya saing di era digital. (Red)


Komentar