![]() |
| Ilustrasi.(Dok/Istimewa). |
Program tersebut akan menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang akan digelar pada 20 April 2026 di Graha Candra Wilwatikta. Forum ini akan dihadiri jajaran pengurus kwartir dari tingkat daerah hingga cabang guna merumuskan strategi implementasi secara komprehensif.
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Arum Sabil menegaskan bahwa program ini merupakan respons terhadap kompleksitas persoalan energi yang kini menjadi isu global.
“Persoalan energi bukan hanya isu nasional, tetapi sudah menjadi tantangan dunia. Kita perlu menghadirkan solusi konkret dan berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (17/04/2026).
Menurutnya, ketergantungan pada bahan bakar minyak masih menjadi kendala utama, terutama di sektor pertanian. Banyak peralatan, termasuk pompa air untuk irigasi, masih mengandalkan energi fosil yang dinilai tidak efisien dan rentan terhadap gangguan pasokan.
“Pertanian tidak boleh berhenti. Sementara sebagian besar alat masih bergantung pada bahan bakar minyak,” imbuhnya.
Melalui program ini, Pramuka Jawa Timur mendorong pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi alternatif. Teknologi tersebut akan dimanfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan listrik rumah tangga di wilayah yang belum terjangkau secara optimal, tetapi juga untuk mendukung aktivitas pertanian, seperti pengoperasian pompa air berbasis tenaga surya.
Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan solusi energi yang lebih hemat biaya, mandiri, dan ramah lingkungan. Selain itu, pemanfaatan energi terbarukan juga berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di daerah yang selama ini mengalami keterbatasan akses air.
Pelaksanaan program dirancang secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari jajaran kwartir di semua tingkatan, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas lokal. Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Tak hanya berorientasi pada hasil, program ini juga memiliki dimensi edukatif. Anggota Pramuka, khususnya generasi muda, akan dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga perawatan teknologi energi terbarukan.
Keterlibatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi energi sekaligus membekali peserta dengan keterampilan praktis yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Ini bukan sekadar program teknis, tetapi juga proses pembentukan karakter. Anggota Pramuka belajar tentang kepedulian sosial, kerja sama, dan gotong royong dalam menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat,” jelasnya.
Dalam jangka panjang, program Produktif Energi Terbarukan diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Upaya ini sekaligus mempertegas peran Pramuka sebagai agen perubahan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Pramuka Jawa Timur optimistis dapat berkontribusi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor energi bersih, demi mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan mandiri. (Red)


Komentar