![]() |
| Anggota Komisi X DPR RI Lita Machfud Arifin dalam kegiatan reses di Surabaya.(Dok/Istimewa). |
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah orang tua mengaku belum dapat mengambil ijazah anak mereka karena masih terkendala biaya administrasi sekolah.
Kondisi itu dinilai cukup memberatkan, terutama ketika ijazah menjadi syarat penting untuk melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan.
Salah seorang wali murid menyampaikan, kondisi ekonomi keluarga yang belum sepenuhnya pulih menjadi penyebab utama tunggakan biaya sekolah.
Di tengah meningkatnya kebutuhan hidup, para orang tua berharap ada kebijakan yang lebih bijaksana agar siswa tetap dapat memperoleh hak atas dokumen pendidikan mereka.
“Kami memahami ada kewajiban administrasi, tetapi kami juga berharap sekolah dapat mempertimbangkan kondisi keluarga yang benar-benar kesulitan. Ijazah sangat dibutuhkan anak untuk masa depannya,” ujar salah satu orang tua siswa.
Keluhan serupa juga datang dari para siswa. Mereka mengaku khawatir karena belum memegang ijazah asli sehingga mengalami kendala saat mendaftar pekerjaan maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Menanggapi persoalan tersebut, Lita Machfud Arifin bersama tim bergerak cepat membantu para orang tua untuk menebus ijazah siswa agar kesempatan pendidikan dan dunia kerja tetap terbuka.
Menurut Legislator Fraksi Partai NasDem Dapil Jawa Timur I itu, persoalan ekonomi tidak boleh menjadi penghambat masa depan generasi muda.
“Jangan sampai persoalan biaya membuat anak-anak tertahan dan gagal memperoleh haknya. Ijazah bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi kunci untuk membuka akses kerja, pendidikan, dan kehidupan yang lebih layak," tegas Lita kepada media, Selasa (26/05/2026).
Lita menegaskan, seluruh pihak perlu hadir menjaga hak-hak siswa agar persoalan ekonomi tidak menjadi alasan terhambatnya masa depan mereka.
“Hak siswa harus dijaga, dan negara maupun semua pihak terkait tidak boleh membiarkan masa depan mereka terhambat hanya karena ketidakmampuan ekonomi,” tandasnya.
Kegiatan penyerapan aspirasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi nyata atas persoalan pendidikan yang dihadapi masyarakat, sekaligus memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi seluruh anak bangsa. (Red)


Komentar