|
Menu Close Menu

May Day 2026, Gubernur Khofifah Dorong Sinergi Pekerja dan Industri untuk Wujudkan Jawa Timur Maju dan Sejahtera

Jumat, 01 Mei 2026 | 22.34 WIB

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat bersama buruh.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya– Momentum Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai ajang memperkuat komitmen bersama antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan.


Dalam peringatan May Day yang digelar di Surabaya, Jumat (1/5/2026), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen ketenagakerjaan untuk menciptakan kemajuan industri yang selaras dengan peningkatan kesejahteraan pekerja.


Mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” dengan tag line “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama”, peringatan May Day tahun ini dinilai menjadi refleksi strategis dalam memperkuat sinergi pembangunan ekonomi yang inklusif.


“May Day menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat sinergi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan industri yang maju sekaligus memastikan kesejahteraan pekerja,” ujar Gubernur Khofifah.


Khofifah menegaskan bahwa Pemprov Jawa Timur terus berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada pekerja tanpa mengabaikan kebutuhan dunia usaha dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif.


“Kita ingin memastikan bahwa pertumbuhan industri berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan pekerja. Tidak boleh ada yang tertinggal. Semua harus tumbuh bersama,” tegasnya.


Menurutnya, hubungan industrial yang sehat tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga pada kepastian perlindungan sosial bagi pekerja. Oleh sebab itu, jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan disebut sebagai hak dasar yang wajib diperkuat.


“Perlindungan sosial bagi pekerja adalah hal yang tidak bisa ditawar. Ini merupakan bagian dari upaya kita memastikan pekerja dapat bekerja dengan aman, produktif, dan memiliki jaminan masa depan,” imbuh Khofifah.


Lebih jauh, Gubernur menyoroti bahwa produktivitas tenaga kerja merupakan faktor kunci dalam memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat industri nasional. Untuk itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi, upskilling, dan reskilling harus menjadi prioritas utama.


Ia menilai adaptasi terhadap digitalisasi dan transformasi teknologi menjadi kebutuhan mendesak agar pekerja mampu menjawab tantangan industri masa depan secara kompetitif.


“Pekerja harus terus ditingkatkan kapasitasnya agar mampu menjawab tantangan industri masa depan. Di sinilah peran kolaborasi menjadi sangat penting,” katanya.


Dengan tenaga kerja yang semakin produktif, terampil, dan adaptif, Khofifah optimistis kesejahteraan pekerja dapat meningkat secara berkelanjutan sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.


Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pekerja di Jawa Timur atas dedikasi mereka sebagai motor penggerak ekonomi daerah.


“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pekerja yang telah memberikan dedikasi dan kontribusi nyata dalam pembangunan Jawa Timur,” ucapnya.


Menutup peringatan May Day 2026, Khofifah berharap semangat kolaboratif antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah terus diperkuat demi menciptakan hubungan industrial yang semakin harmonis, adil, dan produktif.


“Dengan satu tekad dan satu tujuan, kita optimistis dapat mewujudkan kesejahteraan bersama serta mendorong Jawa Timur menjadi provinsi yang semakin maju dan berdaya saing,” pungkasnya.


Peringatan May Day 2026 di Jawa Timur pun menegaskan bahwa pembangunan industri dan kesejahteraan pekerja bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan agenda bersama yang harus diwujudkan melalui sinergi berkelanjutan. (Red) 

Bagikan:

Komentar