|
Menu Close Menu

Minta Sinergi BGN dan PBN, DPR Dorong Peternak Bebek Jadi Pemasok Program MBG

Selasa, 19 Mei 2026 | 21.52 WIB

 

Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Jakarta- Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, mendukung keterlibatan peternak bebek dalam menyuplai kebutuhan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Ia mendorong adanya sinergi bersama lewat percepatan nota kesepahaman atau MoU antara Badan Gizi Nasional (BGN) dengan Persatuan Peternak Bebek Nasional (PBN).


Menurut Nurhadi, kerja sama tersebut penting untuk memperluas partisipasi peternak lokal dalam mendukung program pemerintah. Namun, ia mengingatkan agar pemetaan profil peternak dilakukan secara detail sebelum kebijakan diterapkan secara luas.


Ia menilai kondisi peternak bebek berbeda dengan peternak ayam petelur yang tersebar hampir di seluruh daerah. Sentra peternakan bebek, kata dia, lebih banyak berada di wilayah tertentu sehingga diperlukan pendekatan berbasis kota maupun kabupaten.


“Kita sangat mendukung atau mendorong kesepakatan dalam bentuk MoU BGN dengan PBN. Namun negara ini hadir tentu pasti dari BGN melihat secara menyeluruh profil peternak yang tergabung dalam PBN itu detailnya seperti apa,” ujar Nurhadi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/5/2026).


Berdasarkan hasil inspeksi mendadak ke sejumlah dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), Nurhadi menyebut penyerapan telur bebek, khususnya telur asin, mulai berjalan di beberapa daerah di Jawa Timur.


Ia mengatakan usaha tersebut masih memberikan keuntungan yang cukup baik bagi peternak lokal. Dapur SPPG disebut membeli telur bebek dengan harga Rp2.500 per butir, sementara biaya produksinya sekitar Rp1.875 per butir.


“Itu di kawasan Jawa Timur sudah mulai ada, telur asin bebek. Kemudian di tempat kami di Blitar itu ada populasi 10.000 bebek. Prosentase dari bahan baku ini lebih banyak lokal. Saya belum tanya secara detail namanya apa aja. Mungkin bisa studi banding atau konsultasi dengan beliau,” sambungnya.


Selain mendorong perluasan pasar, Nurhadi juga menyoroti tingginya biaya operasional peternak, terutama pada sektor pakan. Ia menawarkan solusi melalui pemanfaatan limbah sisa makanan dari Program MBG untuk budidaya maggot.


Politikus Partai NasDem dari Dapil Jawa Timur VI itu menjelaskan maggot memiliki kandungan protein tinggi mencapai 40 hingga 50 persen sehingga berpotensi menjadi alternatif pakan yang lebih murah dan efisien.


“Ada yang bekerja sama dengan peternak, asal sampahnya diambil itu mereka ganti menyerap hasil produksi ternak itu. Ini bisa jadi menjadi opsi atau pilihan untuk menekan biaya produksi atau biaya operasional ternak bebek ini,” pungkasnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar