![]() |
| Sapi kurban kader PKB yang disalurkan ke pesantren dan masyarakat. Foto: Dok. PKB Jatim. |
Sekretaris DPW PKB Jawa Timur, Multazamudz Dzikri, mengatakan seluruh kader PKB di Jawa Timur diminta menyalurkan hewan kurban secara langsung kepada pesantren dan masyarakat yang membutuhkan.
“Iduladha tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kami meminta kader PKB di Jawa Timur untuk menyalurkan sapi atau kambing kurban ke pesantren-pesantren,” ujar Multazamudz Dzikri.
Program tersebut menjadi bentuk nyata komitmen PKB dalam menjaga kedekatan dengan akar sosial dan budaya masyarakat Jawa Timur yang selama ini tumbuh bersama tradisi pesantren.
Tercatat, sebanyak 1.055 hewan kurban disalurkan pada Iduladha tahun ini. Jumlah tersebut terdiri dari 571 ekor sapi dan 484 ekor kambing.
Ribuan hewan kurban itu didistribusikan ke berbagai pesantren serta masyarakat di sejumlah daerah di Jawa Timur. Penyaluran dilakukan secara gotong royong oleh kader dan pengurus PKB tingkat kabupaten dan kota.
Menurut Multazam, pesantren memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. Tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang lahirnya nilai kebangsaan, persatuan, dan perjuangan rakyat sejak masa sebelum kemerdekaan.
“Mari kita jadikan momentum Iduladha ini untuk kembali ke pesantren. Cikal bakal berdirinya negeri ini tidak lepas dari tangan dingin pesantren,” tuturnya.
Anggota DPRD Jawa Timur tersebut juga menegaskan bahwa hubungan antara Nahdlatul Ulama dan pesantren merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan.
Karena itu, menjaga dan memperkuat pesantren dinilai menjadi langkah penting dalam merawat tradisi keislaman sekaligus nilai kebangsaan yang telah tumbuh kuat di tengah masyarakat.
“Selain itu, dawuhnya para kiai, pesantren itu NU kecil, sedangkan NU adalah pesantren besar. Pesantren dan NU tidak bisa dipisahkan. Menguatkan pesantren sama halnya dengan membesarkan NU,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa semangat berkurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah personal. Lebih dari itu, kurban menjadi sarana membangun keikhlasan, mengurangi kepentingan pribadi, dan memperbesar semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Berkurban mengajarkan kita untuk melunturkan ego pribadi. Berjuang di partai politik juga harus diniatkan untuk masyarakat, bukan sekadar kepentingan diri sendiri,” pungkasnya.
Program penyaluran ribuan hewan kurban tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus menjaga nilai kebersamaan yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat Jawa Timur. (Red)


Komentar