|
Menu Close Menu

107 Warga Baru PSHT Sumenep Disahkan, Siap Menjadi Pendekar Berbudi Luhur dan Berdaya untuk Masyarakat

Minggu, 21 Juni 2026 | 12.23 WIB

 

107 Warga Baru PSHT Disahkan di Gedung Korpri Sumenep.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sumenep– Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sumenep kembali meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi pendekar yang berkarakter. Sebanyak 107 warga baru resmi disahkan dalam prosesi Pengesahan Warga Tingkat I Tahun 2026 yang digelar di Gedung Korpri Sumenep, Sabtu malam (20/6/2026).


Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut menjadi puncak perjalanan para siswa PSHT setelah melalui tahapan latihan dan pembinaan yang panjang. Para peserta yang disahkan berasal dari berbagai ranting PSHT di wilayah daratan hingga kepulauan Kabupaten Sumenep.


Pengesahan warga baru merupakan agenda tahunan PSHT yang rutin dilaksanakan setiap bulan Suro atau Muharram. Pada tahun ini, jumlah warga baru yang disahkan mencapai 107 orang, terdiri atas 80 laki-laki dan 27 perempuan.


Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumenep, perwakilan perguruan silat se-Kabupaten Sumenep, serta pengurus, dewan, pelatih, dan ketua ranting PSHT.


Ketua Pelaksana Kegiatan, Hosni, menegaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti pengesahan telah memenuhi berbagai persyaratan dan tahapan pembinaan yang ditetapkan organisasi.


“Mereka merupakan perwakilan dari berbagai ranting PSHT yang tersebar di wilayah daratan hingga kepulauan Kabupaten Sumenep,” kata Hosni.


Sementara itu, Ketua PSHT Cabang Sumenep, Abd Razak, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh warga baru yang telah berhasil melewati proses panjang sebelum akhirnya resmi menjadi bagian dari keluarga besar PSHT.


Menurutnya, PSHT bukan sekadar wadah untuk mempelajari ilmu bela diri, melainkan juga tempat menempa karakter, moral, dan tanggung jawab sosial bagi setiap anggotanya.


“Saya ucapkan selamat kepada calon warga baru. Pada malam ini kita lahirkan saudara baru dari rahim yang berbeda, namun satu tujuan, yaitu menjadi pendekar yang berbudi luhur, tahu benar dan salah, beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta bisa berperan aktif dan bersinergi dengan pemerintah daerah maupun masyarakat,” ujarnya.


Razak menjelaskan, pengesahan warga baru merupakan tradisi yang terus dijaga sebagai bagian dari proses pembentukan fisik dan mental anggota. Setiap siswa yang disahkan harus melewati serangkaian tahapan, mulai dari latihan rutin, pendadaran, hingga pembinaan karakter.


“Acara ini merupakan agenda tahunan PSHT untuk mencetak anggota atau warga baru. Dengan catatan, siswa yang disahkan telah melewati berbagai tahapan latihan, pendadaran, hingga pembinaan,” katanya.


Ia berharap seluruh warga baru mampu menjaga nama baik organisasi dan mengimplementasikan nilai-nilai ajaran PSHT dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bekal karakter yang telah ditanamkan selama masa pembinaan, para warga baru diharapkan tidak hanya menjadi pendekar yang tangguh, tetapi juga pribadi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan daerah. (Red) 

Bagikan:

Komentar