![]() |
| Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil saat sambutan dalam acara IPSI Jatim di Surabaya.(Dok/Istimewa). |
Langkah strategis tersebut mendapat dukungan penuh dari Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur sebagai upaya meningkatkan prestasi pencak silat Jawa Timur pada ajang olahraga nasional empat tahunan tersebut.
Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil, menjelaskan bahwa proses rekrutmen atlet dilakukan melalui empat jalur, yakni pengurus provinsi (pengprov), KONI kabupaten/kota, hasil Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), serta jalur individu yang memiliki potensi prestasi.
“Rekrutmennya ada empat model. Pertama melalui pengprov, kedua melalui KONI kabupaten/kota, ketiga melalui hasil Porprov, dan keempat individu. Siapa pun yang memiliki kemampuan tetap bisa direkrut melalui tahapan yang telah ditentukan,” ujar Nabil.
Menurutnya, sistem pembinaan atlet dilakukan secara berjenjang. Atlet yang telah menorehkan prestasi akan dibina langsung oleh KONI Jawa Timur, sementara atlet yang belum berprestasi menjadi tanggung jawab pengurus provinsi cabang olahraga masing-masing.
“Yang kami bina adalah atlet berprestasi. Sementara yang belum berprestasi dibina oleh pengprov. Dalam prosesnya ada promosi dan degradasi yang berjalan terus. Tujuannya agar prestasi Jawa Timur pada PON mendatang lebih baik dibandingkan PON-PON sebelumnya,” katanya.
Nabil menegaskan optimisme terhadap potensi atlet Jawa Timur tetap tinggi. Menurutnya, kompetisi olahraga yang terus berlangsung di berbagai daerah menjadi indikator kuat bahwa regenerasi atlet berjalan dengan baik.
“Potensi atlet itu ada di mana-mana. Ukurannya adalah kompetisi yang rutin dilakukan. Kegiatan olahraga di daerah tidak ada yang vakum. Itu yang membuat kami optimistis Jawa Timur memiliki kekuatan untuk berprestasi,” ujarnya.
Siapkan 40 Atlet Menuju Puslatda
Sementara itu, Ketua IPSI Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono, mengungkapkan pihaknya telah menghimpun atlet hasil seleksi Kejuaraan Provinsi Piala BHS serta atlet yang saat ini tergabung dalam program Pusat Latihan Daerah (Puslatda).
Sebanyak 40 atlet diproyeksikan menjadi bagian dari persiapan menuju Pra-PON 2027 dan PON 2028.
“Atlet yang sudah diseleksi dari Kejurprov Piala BHS ditambah atlet yang masuk Puslatda Provinsi saat ini berjumlah sekitar 40 atlet. Mereka dipersiapkan untuk menjalani pembinaan dan seleksi yang lebih ketat,” kata Bambang.
Sebelum memasuki program pemusatan latihan, seluruh atlet akan menjalani proses standarisasi yang mencakup aspek fisik, teknik, mental, hingga metode pelatihan.
“Semua atlet harus distandarisasikan dari sisi kekuatan fisik, teknik, mental, dan lainnya. Pengelolaan awal akan dilakukan bersama KONI agar ada standar yang sama untuk seluruh atlet dan pelatih di Jawa Timur,” jelasnya.
Standarisasi Jadi Fondasi Pembinaan
Bambang menilai standarisasi latihan menjadi kunci penting dalam menciptakan kualitas atlet yang merata di seluruh daerah. Dengan adanya standar yang sama, atlet yang kembali berlatih di daerah masing-masing tetap menjalani pola pembinaan yang sesuai dengan standar tingkat provinsi.
“Begitu atlet kembali ke daerah untuk berlatih, mereka sudah memiliki standar yang sama. Setelah itu, masing-masing daerah harus mampu meningkatkan kualitas atlet di atas standar tersebut,” ujarnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan komitmen KONI Jawa Timur yang menekankan pentingnya keseragaman program latihan bagi para pelatih dan atlet.
“Yang penting adalah IPSI Jawa Timur membuat standar program dan standarisasi latihan bagi pelatih sehingga ada keseragaman. Jangan sampai terjadi parsialisasi program maupun latihan di masing-masing daerah,” tegas Nabil.
Piala Gubernur dan Piala Kapolda Jadi Ajang Seleksi
Dalam rangka memperluas penjaringan atlet potensial, IPSI Jawa Timur juga menyiapkan sejumlah kejuaraan bergengsi. Salah satunya adalah Piala Gubernur Jawa Timur yang direncanakan berlangsung pada September atau Oktober mendatang.
Selain itu, IPSI Jatim juga akan menggelar Piala Kapolda Jawa Timur sebagai wadah kompetisi sekaligus sarana seleksi atlet berbakat dari berbagai daerah.
Menurut Bambang, hasil dari kejuaraan-kejuaraan tersebut akan menjadi dasar pembentukan tim seleksi daerah yang diproyeksikan memperkuat Jawa Timur pada Pra-PON 2027 dan PON 2028.
“Melalui kejuaraan-kejuaraan ini kami akan menyerap atlet-atlet berprestasi lainnya dan menyatukannya dalam seleksi daerah untuk mendapatkan atlet terbaik yang siap menuju Prapon 2027 dan PON 2028,” katanya.
Optimistis Raih Empat Emas
Untuk memperkuat persiapan menuju PON 2028, IPSI Jawa Timur juga akan mengakselerasi program pembinaan melalui try out, peningkatan kualitas pelatih, serta penyediaan sarana latihan yang lebih memadai.
Bambang mengungkapkan bahwa KONI Jawa Timur menargetkan cabang olahraga pencak silat mampu menyumbang empat medali emas pada PON 2028.
“Kami ditarget oleh Ketua KONI Jawa Timur untuk meraih empat medali emas. Insyaallah target minimal tersebut bisa kami capai,” ujarnya optimistis.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan performa atlet, IPSI Jawa Timur juga berencana melengkapi fasilitas latihan, termasuk pengadaan lima unit treadmill untuk menunjang kondisi fisik atlet.
Dengan sistem rekrutmen yang terbuka, standarisasi latihan yang terukur, serta agenda kompetisi berkelanjutan, IPSI dan KONI Jawa Timur optimistis mampu melahirkan atlet-atlet pencak silat berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional dan mengharumkan nama Jawa Timur pada PON 2028. (Red)


Komentar