![]() |
| Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama.(Dok/Istimewa). |
Ning Lia menilai Madura memiliki posisi yang sangat strategis sebagai simpul konektivitas. Wilayah ini dilintasi koridor jalan nasional Bangkalan–Sampang–Pamekasan–Sumenep yang menjadi tulang punggung transportasi, menghubungkan pelabuhan, pusat ekonomi, kawasan pendidikan, hingga sentra distribusi barang.
Dengan meningkatnya kualitas jalan daerah, mobilitas masyarakat diharapkan semakin lancar, biaya distribusi dapat ditekan, dan aktivitas ekonomi di Madura mampu tumbuh lebih pesat.
Anggota DPD RI asal Jawa Timur itu mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur jalan merupakan kebijakan yang sangat dibutuhkan, khususnya bagi wilayah kepulauan seperti Madura yang selama ini masih menghadapi tantangan konektivitas.
"Pengembangan jalan daerah ini sangat strategis, terutama bagi Madura. Infrastruktur yang baik akan membuka akses ekonomi, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Ning Lia.
Keponakan Gubernur Jawa Timur tersebut menambahkan, kebijakan pemerintah pusat selaras dengan kebutuhan masyarakat Madura yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan.
Menurutnya, konektivitas yang semakin baik akan membuka peluang baru bagi Madura untuk berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.
"Dengan konektivitas yang semakin baik, Madura bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur. Ini momentum penting yang harus dimanfaatkan," kata putri KH Maskur Hasyim tersebut.
Ning Lia berharap pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada tahap peresmian semata, tetapi terus berlanjut hingga menjangkau desa-desa sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
"Yang terpenting adalah keberlanjutan. Infrastruktur harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke tingkat paling bawah," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa jalan daerah merupakan urat nadi perekonomian rakyat. Menurutnya, infrastruktur yang memadai akan memangkas biaya logistik dan memperlancar distribusi barang dari desa menuju pasar.
"Biaya angkut akan menjadi lebih murah kalau jalan-jalan cukup dan ada konektivitas antara pusat produksi dan permukiman," tegas Prabowo.
Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah agar tidak ada wilayah yang tertinggal akibat keterbatasan akses infrastruktur.
"Kita bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat," tambahnya.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan pembangunan jalan tersebut merupakan implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.
Program tersebut bertujuan memperkuat rantai pasok nasional dengan menghubungkan kawasan produksi menuju pasar secara lebih efisien dan berkelanjutan. Dody memastikan seluruh proyek telah rampung 100 persen dengan pengawasan mutu yang ketat.
Di sisi lain, Presiden Prabowo juga mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga dan memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
"Kualitasnya sudah baik, ini harus dijaga. Semua penggunaan anggaran rakyat harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab," ujar Prabowo. (Red)


Komentar