|
Menu Close Menu

ASN Pemkab Bangkalan Ditemukan Tewas di Mobil Dinas, Diduga Sudah Meninggal Sebelum Masuk Bandara Juanda

Kamis, 25 Juni 2026 | 13.53 WIB

BANGKALAN, lensajatim.id - Misteri penemuan jenazah perempuan di dalam mobil dinas yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, mulai terkuak. Korban diketahui bernama Ruly Yunis Setiawati (50), Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan.


Korban ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas Toyota Innova berpelat merah M 1090 GP pada Rabu (24/6/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui telah tidak masuk kerja selama sekitar satu pekan sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa.


Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan bahwa keluarga masih menunggu hasil autopsi resmi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Namun, sejumlah temuan awal dalam proses identifikasi memunculkan dugaan bahwa korban telah meninggal dunia sebelum mobil memasuki kawasan Bandara Juanda.


"Berdasarkan rekaman CCTV saat kendaraan masuk ke area bandara, posisi korban berada di kursi penumpang depan sebelah kiri dengan jok direbahkan. Posisi itu sama seperti saat jenazah ditemukan," ujar Risang. Kamis (25/6/2026).


Menurutnya, rekaman CCTV juga memperlihatkan mobil tersebut dikemudikan oleh seorang pria yang mengenakan masker. Hingga kini, identitas pria tersebut masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.


"Jadi ada dugaan korban sudah meninggal saat masuk ke area bandara. Korban hanya ditinggalkan atau dibuang di lokasi tersebut," katanya.


Risang menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, korban meninggalkan rumah pada Kamis (18/6/2026) untuk bekerja seperti biasa. Komunikasi terakhir terjadi pada Sabtu (20/6/2026) pagi ketika korban sempat memberi kabar kepada anaknya bahwa dirinya akan pulang pada hari itu.


Namun setelah komunikasi tersebut, korban tidak lagi dapat dihubungi. Keluarga bahkan sempat berencana melaporkan kehilangan pada Selasa (23/6/2026) sebelum memperoleh informasi mengenai penemuan mobil yang digunakan korban di Bandara Juanda.


Sementara itu, proses autopsi terhadap jenazah korban telah dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Porong dan selesai pada Rabu malam sekitar pukul 22.27 WIB. Meski demikian, hasil resmi autopsi hingga kini belum disampaikan kepada keluarga maupun publik.


Dari informasi awal yang diterima keluarga, kondisi jenazah saat ditemukan telah mengalami pembusukan lanjut. Selain itu, belum ditemukan indikasi adanya luka atau tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, keterangan tersebut masih bersifat sementara dan belum dapat dijadikan kesimpulan akhir.


"Itu belum tentu benar karena bukan dokter forensik yang menyampaikan langsung. Kami tetap menunggu hasil autopsi resmi," ujar Risang.


Selain dugaan korban telah meninggal sebelum masuk kawasan bandara, keluarga juga menyoroti sejumlah kejanggalan lainnya. Kunci mobil dinas yang digunakan korban dilaporkan hilang, sementara barang-barang pribadi korban, termasuk telepon genggam, masih berada di dalam kendaraan.


Menurut Risang, kondisi tersebut menimbulkan dugaan adanya upaya untuk menyembunyikan kematian korban. Meski demikian, pihak keluarga belum ingin berspekulasi mengenai penyebab kematian sebelum hasil autopsi dan penyelidikan polisi selesai.


"Bisa saja korban meninggal karena sakit lalu seseorang panik dan meninggalkannya di sana. Namun bisa juga ada dugaan tindak pidana. Yang jelas, ada kejanggalan yang harus diungkap aparat penegak hukum," tegasnya.


Saat ini, keluarga menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada Polresta Sidoarjo. Polisi masih mendalami rekaman CCTV, memeriksa saksi-saksi, serta menunggu hasil autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian ASN Pemkab Bangkalan tersebut. (Syaiful)

Bagikan:

Komentar