|
Menu Close Menu

Surat Resmi Sekolah Diselipi Ajakan Sumbangan, Dugaan Penghimpunan Dana di SMAN 1 Jember Jadi Sorotan

Rabu, 24 Juni 2026 | 19.19 WIB

SMA Negeri 1 Jember.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Jember – Dugaan praktik penghimpunan dana kepada wali murid kembali terjadi di SMAN 1 Jember. Ironisnya, permintaan tersebut disampaikan bersamaan dengan agenda resmi pengambilan rapor melalui pesan WhatsApp yang dikirim oleh masing-masing wali kelas.


Undangan pengambilan rapor yang ditandatangani Kepala Sekolah Suryadi tidak hanya berisi pemberitahuan jadwal pengambilan rapor, tetapi juga memuat ajakan kepada orang tua untuk memberikan sumbangan bagi penyelesaian pembangunan perluasan mushola melalui Komite SMASA.


Dalam pesan tersebut tertulis:

"Kami berharap bapak/ibu dapat menyisihkan sebagian rezeki untuk penyelesaian perluasan mushola dan untuk kemajuan SMAN 1 Jember melalui sumbangan sukarela Komite SMASA."


Penggunaan label "sumbangan sukarela" dinilai tidak serta-merta menghilangkan kesan adanya permintaan dana oleh sekolah. Sebab, ajakan tersebut disampaikan dalam satu rangkaian dengan undangan resmi sekolah dan diteruskan oleh wali kelas kepada seluruh wali murid.


Seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa praktik serupa bukan pertama kali terjadi.


"Sumbangan lagi untuk pembangunan mushola. Tahun kemarin waktu pengambilan rapor juga diminta," ujarnya.


Ia mengaku nominal sumbangan yang diberikan para wali murid cukup besar dan bervariasi.


"Ada yang Rp3 juta, bahkan sampai Rp10 juta. Yang paling kecil sekitar Rp500 ribu," katanya.


Fakta tersebut memunculkan dugaan bahwa permintaan dana berkedok sumbangan sukarela telah menjadi pola yang berlangsung dari tahun ke tahun. Komunikasi yang dilakukan melalui wali kelas, menggunakan undangan resmi sekolah, dan berkaitan dengan kegiatan sekolah, maka sulit memisahkan peran sekolah dengan komite.


Saat dikonfirmasi, Kepala SMAN 1 Jember, Suryadi, menegaskan bahwa penghimpunan sumbangan merupakan urusan Komite Sekolah.


"Sumbangan urusan komite, iuran tidak ada, Mas," ujarnya melalui WhatsApp, Rabu (24/6/2026).


Namun, saat ditanya mengenai surat undangan yang memuat ajakan sumbangan, Suryadi mengakui bahwa dokumen tersebut ditandatangani olehnya.


"Undangan yang saya TTD, dibaca Mas," katanya singkat.


Saat dikonfirmasi mengenai peruntukan dana sumbangan yang telah dihimpun dari wali murid, Kepala SMAN 1 Jember sekaligus sebagai ketua MKKS tersebut tidak memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan. (Eko) 

Bagikan:

Komentar