|
Menu Close Menu

Maklumat Aman Suro Diteken, Kapolres Trenggalek Pasang Strategi Berlapis Cegah Konflik

Jumat, 12 Juni 2026 | 19.15 WIB

 

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K., saat memimpin rapat bersama Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Trenggalek – Sejumlah ketua dan pimpinan perguruan pencak silat di Kabupaten Trenggalek sepakat menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama bulan Muharram atau yang dikenal dengan tradisi Suroan.


Komitmen bersama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Maklumat Aman Suro oleh masing-masing pimpinan perguruan pencak silat. Penandatanganan dilakukan bersamaan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral terkait persiapan dan kesiapan pengamanan Suroan serta Suran Agung yang digelar di Mapolres Trenggalek, Kamis (11/6/2026).


Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K., yang memimpin langsung jalannya rakor menegaskan bahwa aktivitas selama bulan Suro tergolong padat. Selain agenda dari komunitas perguruan pencak silat, peringatan Muharram juga menjadi momentum penting bagi umat Islam.


"Kita semua memiliki semangat yang sama untuk senantiasa menjaga dan menjalin sinergitas di antara kita sehingga kegiatan di bulan Suro bisa berjalan dengan baik dan lancar," ujarnya.


Kapolres mengungkapkan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, seluruh rangkaian kegiatan, termasuk pengesahan warga baru, secara umum dapat berlangsung aman dan lancar. Meski demikian, dinamika di lapangan tetap kerap terjadi sehingga memerlukan perhatian dan langkah antisipatif bersama.


Karena itu, seluruh pengurus dan unsur pimpinan perguruan pencak silat diminta mengambil peran aktif serta bertanggung jawab penuh terhadap mobilitas maupun pergerakan anggotanya masing-masing.


Beberapa potensi kerawanan yang perlu diwaspadai antara lain konvoi dan arak-arakan, pengrusakan terhadap simbol perguruan silat lain, provokasi melalui media sosial, hingga gesekan antarperguruan pencak silat.


"Kita sudah siapkan strategi pengamanan efektif dengan melibatkan 935 personel pengamanan. Kita libatkan juga pengamanan dari internal perguruan pencak silat. Namun demikian tentunya dukungan dari semua pihak sangat diperlukan. Salah satunya adalah konsisten dengan komitmen yang telah ditanda tangani bersama," tambahnya.


Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, S.T., S.H., M.H., yang turut hadir dalam rakor tersebut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Trenggalek atas kesiapan dalam menghadapi rangkaian kegiatan Suroan.


Ia berharap seluruh komunitas dan civitas perguruan pencak silat di Kabupaten Trenggalek dapat menjalin kerja sama yang baik serta mengedepankan kepentingan masyarakat luas agar situasi keamanan tetap terjaga.


"Harapan kita, semuanya bisa terlaksana dengan aman dan kondusif," pungkasnya.


Rakor tersebut juga dihadiri pejabat utama Polres Trenggalek, Kasdim 0806/Trenggalek Mayor CPM Nur Yulianto, Kasipidum Kejari Bambang Wahyu Wardhana, S.H., Panitera PN Trenggalek Sahwar, S.H., M.H., perwakilan Subdenpom V/1-7 Trenggalek Serma Dwi Santoso, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Ketua IPSI Sigid Agus Hari Basoeki, S.H., M.Si., serta ketua dan perwakilan perguruan pencak silat se-Kabupaten Trenggalek. (Red) 

Bagikan:

Komentar