|
Menu Close Menu

NasDem Perkuat Literasi, Dorong Lapas Jadi Ruang Tumbuh dan Belajar

Jumat, 05 Juni 2026 | 11.22 WIB

 

Fraksi NasDem DPR RI saat kunjungan ke Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Jakarta – Fraksi Partai NasDem DPR RI menyerahkan hibah 1.000 buku kepada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, dalam kegiatan bertajuk Gotong Royong Literasi, Kamis (4/6/2026).


Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pengetahuan sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan pemasyarakatan. Bagi Fraksi NasDem, bantuan buku bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk nyata menghadirkan harapan dan kesempatan bagi warga binaan untuk terus belajar serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.


Kegiatan ini dihadiri Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat, anggota Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni, Lestari Moerdijat, Cindy Monica, dan Willy Aditya, bersama jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta Lapas Kelas I Cipinang.


Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya menegaskan bahwa gerakan Gotong Royong Literasi merupakan komitmen Partai NasDem dalam membuka akses ilmu pengetahuan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan yang sedang menjalani proses pembinaan.


“Kami tidak semata-mata datang membawa buku. Kami datang membawa harapan. Karena siapa sih manusia yang tidak pernah salah dalam hidupnya? Tidak ada. Setiap manusia memiliki kesalahan, tetapi setiap manusia juga berhak mendapatkan kesempatan kedua dalam hidupnya,” ujar Willy.


Menurutnya, lembaga pemasyarakatan harus menjadi ruang yang memberi kesempatan kepada setiap individu untuk memperbaiki diri melalui proses belajar, refleksi, dan pengembangan kapasitas diri.


“Bagaimana penjara, lembaga pemasyarakatan bisa kita jadikan ruang tumbuh bersama, ruang belajar bersama, dan ruang hidup yang memanusiakan manusia satu dengan yang lainnya untuk kemudian memiliki second chance dalam hidupnya,” katanya.


Willy menjelaskan, gerakan tersebut merupakan implementasi arahan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang mendorong penguatan budaya membaca sebagai bagian dari pembangunan kualitas sumber daya manusia.


Ia juga mengingat kembali pesan Ketua Fraksi Partai NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat yang menjadi semangat dalam gerakan literasi tersebut.


“Kakak Viktor pernah berpesan kepada saya, badan boleh dipenjara, tetapi pikiran kita harus bebas dan bisa bermimpi setinggi langit,” tuturnya.


Menurut Willy, buku memiliki peran penting dalam membuka cakrawala berpikir dan membebaskan pikiran dari keterbatasan ruang fisik. Melalui literasi, warga binaan dapat memperluas wawasan, menemukan inspirasi, hingga melahirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.


“Dengan buku, walaupun badan kita berada di sini, kita bisa meraih apa pun. Dengan buku kita bisa melihat dunia dan melintasi batas-batas yang ada di hadapan kita,” ujarnya.


Ia mencontohkan sejumlah tokoh besar dunia yang melahirkan karya dan gagasan penting dari balik penjara, seperti Buya Hamka, Pramoedya Ananta Toer, dan Nelson Mandela. Menurutnya, sejarah membuktikan bahwa ruang refleksi dapat melahirkan pemikiran besar yang berdampak luas bagi kehidupan masyarakat.


Karena itu, keberhasilan pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya diukur dari kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga dari lahirnya kreativitas, inovasi, dan gagasan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa.


“Kepatuhan dan ketaatan itu penting. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana lahir pemikiran-pemikiran yang brilian dari dalam penjara. Dari ruang refleksi seperti inilah sering lahir karya-karya besar yang mengubah kehidupan banyak orang,” tegasnya.


Willy menambahkan, gerakan Gotong Royong Literasi sekaligus menjadi upaya membangun wajah pemasyarakatan yang lebih humanis, produktif, dan mencerahkan.


“Selama ini narasi yang berkembang tentang lapas sering kali berkutat pada persoalan-persoalan negatif. Hari ini kita menunjukkan gerakan yang berbeda, yaitu Gotong Royong Literasi. Semoga ini menjadi titik cerah dan menghadirkan narasi yang mencerahkan bagi pemasyarakatan Indonesia,” pungkasnya.


Hibah 1.000 buku ini menjadi langkah awal yang akan terus diperluas oleh Fraksi Partai NasDem. Melalui gerakan literasi tersebut, NasDem berharap proses pembinaan di lapas semakin berorientasi pada pengembangan kualitas manusia, sehingga warga binaan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat. (Red) 

Bagikan:

Komentar