![]() |
| SMA Negeri 1 Jember.(Dok/Istimewa). |
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember, Yadyn, secara tegas membantah klaim tersebut. Bahkan, Yadyn mengaku tidak memiliki kedekatan dengan Suryadi sebagaimana kesan yang sempat muncul ke publik.
"Kenal aja nggak apalagi ngopi," tegas Yadyn saat dikonfirmasi, Jumat (17/07/2026).
Tak berhenti di situ, Kajari Jember juga membantah keberadaan pihak yang disebut Suryadi dalam pesannya kepada wartawan.
"Gak ada Kanit di Kajari. Bohong itu," tandasnya.
Pernyataan keras Kajari Jember tersebut sontak memunculkan pertanyaan serius. Jika tidak ada pertemuan dan tidak ada sosok yang dimaksud, mengapa nama kejaksaan dibawa-bawa ketika kepala sekolah sedang dimintai penjelasan terkait polemik penghimpunan dana dari wali murid?
Saat dikonfirmasi media pada Rabu (24/06/2026) malam mengenai dasar hukum permohonan sumbangan, besaran dana yang dihimpun, hingga mekanisme pengelolaannya, Suryadi tidak memberikan jawaban atas substansi persoalan.
Alih-alih menjelaskan penggunaan dana yang menjadi perhatian wali murid dan masyarakat, ia justru mengirimkan pesan
"Nggih mas, niki kulo ngopi Kanit Kajari."
Pernyataan itu saat itu menimbulkan kesan bahwa kepala sekolah sedang bersama atau memiliki akses khusus kepada aparat penegak hukum. Kesan tersebut semakin kuat karena disampaikan tepat ketika dirinya dimintai klarifikasi mengenai isu yang sedang menjadi sorotan publik.
Namun kini, setelah Kajari Jember menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan, fokus persoalan tidak lagi hanya pada polemik sumbangan musala, tetapi juga pada kredibilitas penjelasan yang disampaikan pihak sekolah.
Publik berhak mempertanyakan apakah penyebutan nama kejaksaan saat itu merupakan upaya untuk menghindari pertanyaan, membangun persepsi adanya dukungan aparat, atau sekadar alasan agar tidak perlu memberikan jawaban kepada media.
Hingga berita ini ditulis, Suryadi belum memberikan klarifikasi mengenai alasan dirinya menyampaikan pernyataan yang kemudian dibantah langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Jember. (Eko)


Komentar